Kembangkan Lembaga Pendidikan, BNI Raih Akreditasi Kelas Dunia

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 19 Mar 2019, 18:37 WIB
Layanan BNI. Dok BNI
Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meraih akreditasi standar dunia untuk lembaga pengembangan kompetensi pegawainya, BNI Corporate University.
 
Akreditasi yang diraih yakni Corporate Learning Improvement Process (CLIP) dari European Foundation for Management Development (EFMD), yang diberikan berkat keberhasilan menunjukkan visi, misi, strategi, inovasi, dan konsistensi dalam praktek operasionalisasi pengembangan kompetensi pegawai.
 
Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah menceritakan, dibutuhkan upaya sungguh-sungguh untuk menjadikan BNI Corporate University sebagai lembaga pendidikan berkelas dunia.
 
Ini lantaran terdapat 35 standar yang perlu dipenuhi secara komprehensif dan detail. Dia menyampaikan, BNI dalam hal ini dianggap telah melampaui 11 standar dari 35 standar yang dipersyaratkan.
 
"Selanjutnya, BNI diundang untuk inaugurasi dan presentasi di EFMD Annual General Assembly pada 5-7 Juni 2019 di Carcavelos (Lisbon), Portugal, sebagai anggota penuh terbaru sekaligus bank pertama di Asia yang meraih akreditasi prestisius dalam bidang learning ini," jelasnya di Graha BNI, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
 
Berdasarkan penilaian EFMD, Endang menyebutkan, ada 3 hal dari BNI Corporate University yang merupakan terobosan dan bisa dijadikan percontohan. Antara lain, Daily Employee Exercise Program (DEEP), BNI Learning Wallet (BLW), Dan BNI Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Smarter).
 
DEEP merupakan program dimana pegawai BNI akan diberikan satu pertanyaan setiap hari sesuai bidang pekerjaannya masing-masing. Sementara BLW menyediakan sarana bagi tiap pegawai untuk belajar menghemat anggaran.
 
Sedangkan BNI Smarter disediakan bagi pegawai untuk dapat mengakses materi pembelajaran, menghubungi pakar, mencari pelatihan publik, sampai melakukan coaching-mentoring melalui gawai masing-masing untuk meningkatkan kompetensinya.
 
Ke depan, Endang melanjutkan, melalui BNI Corporate University pihaknya juga ingin berkontribusi ke luar. "Ke depan ini bakal jadi milik BUMN bersama, berbagi ilmu dengan instansi lain," pungkasnya.
 
2 of 2

BNI Fasilitasi Pembiayaan Eksportir dan Importir

Layanan BNI. Dok BNI
Layanan BNI. Dok BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) ikut mengucurkan pembiayaan bagi para pelaku usaha nasional berbasis ekspor. Tidak hanya memberikan pembiayaan kepada eksportir, BNI juga memberikan pembiayaan bagi importir pembeli produk eksportir asal Indonesia.

Skema ini dinilai membantu terealisasinya transaksi perdagangan antar pengusaha asal Indonesia dengan importir di negara tujuan ekspornya. Skema ini diterapkan pada perdagangan seafood yang diproduksi penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BNI, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama Abdul Rozak.

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo mengemukakan, salah satu strategi yang dikembangkan BNI untuk meningkatkan ekspor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti Abdul Rozak adalah memberikan fasilitas KUR.

Dari pembiayaan tersebut, Abdul Rozak dapat mengembangkan usaha tambaknya yang semula berawal dari 2 petak tambak. “BNI melihat bahwa UMKM merupakan bagian strategis dalam peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Rico dalam keterangnnya, Kamis (14/3/2019).

Abdul Rozak yang juga merupakan petani tambang, mengekspor udang hasil budidayanya di Bulukumba melalui PT Multi Monodon Group yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Multi Monodon Group yang kemudian menampung produk-produk seafood dari berbagai petani tambak seperti Abdul Rozak.

Kemudian, Multi Monodon Group mengekspor produk seafood itu ke pembeli yang berada di beberapa negara seperti Singapura, Hong Kong, Jepang, China dan beberapa negara lainnya.

Salah satu pembeli produk seafood dari PT Multi Monodon Group tersebut adalah Wealthy Garden Holdings yang berada di Hong Kong. Melalui BNI Cabang Hong Kong, BNI memberikan fasilitas impor.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓