Tingkatkan Keterampilan SDM, Ma'ruf Amin Siapkan Kursus Gratis

Oleh Septian Deny pada 17 Mar 2019, 22:59 WIB
Ma'ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin berjanji akan memberikan pelatihan dan kursus gratis jika terpilih menjadi wakil presiden untuk periode 2019-2024. Selain itu juga akan melakukan revitalisasi SMK dan Politeknik untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

‎"Kita akan melakukan revitalisasi SMK, politeknik. Akan kita terus perkuat, kita perbesar, kita sempurnakan, dan kita tambahkan supaya semakin hari semakin besar," ujar dia dalam debat Cawapres di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Kursus gratis yang diberikan, lanjut Ma'ruf Amin, dalam rangka meningkatkan keterampilan. Sehingga SDM indonesia bukan hanya siap untuk menjadi pekerja tetapi juga bisa membuka usaha sendiri.

"Kita juga akan tambah akses kepada para pencari kerja, supaya bisa mengikuti kursus secara gratis baik itu kursus yang sifatnya kepintaran, kecakapan, fotografi, seni, membuat berbagai macam produk dan kebugaran dalam rangka sehat, baik anak muda, maupun orang tua secara gratis. Ini janji pemerintah yang akan datang untuk memberikan kesempatan keterampilan, kepada tenaga kerja, bukan hanya untuk kerja tapi juga untuk bisa mandiri," jelas dia.

Jika terpilih, kata Ma'ruf dirinya bersama calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan pergeseran fokus pembangunan yang selama ini difokuskan kepada infrastruktur menjadi pembangunan SDM

"Kami akan melakukan pergeseran dari semula pembangunan infrastruktur menjadi pembangunan manusia. Oleh karena itu kami mohon doa kepada rakyat Indonesia agar cita-cita, niat kami itu dengan izin Allah dapat terwujud," tandas dia.

Pengemudi Ojek Online Tuntut Perbaikan Tarif
2 of 2

Rumah Siap Kerja Jurus Sandiaga Uno Tekan Pengangguran

Sandiaga Uno Cium Tangan Ma'ruf Amin
Cawapres nomor urut 01 dan nomor urut 02, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno didampingi moderator Putri Ayuningtyas serta Alfito Deannova berfoto bersama seusai mengikuti debat cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno yakin program yang diluncurkannya yaitu Rumah Siap Kerja mampu menekan tingkat pengangguran di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).
 
Sandi mengatakan, dalam kunjungannya ke sejumlah daerah, dirinya melihat sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang pintar dan punya potensi besar untuk berkembang.
 
"Inndonesia negara kata raya, SDA melimpah, sumber daya manusia hebat-hebat, pintar-pintar, rajin-rajin. Saya bertemu dengan SDM di seluruh wilayah Indonesia, mereka memancarkan wajah yang optimis," ujar dia.
 
 
Menurut dia, Rumah siap kerja yang baru saja diluncurkan akan menawarkan bagi anak muda Indonesia link and match antara pendidikan dengan dunia kerja. Menurut Sandi, apa yang terjadi saat ini sangat ironis, di mana siswa SMK sekarang mendominasi pengangguran dan 61persen dari pengangguran di Indonesia merupakan angkatan muda.
 
"Mereka masuk SMK karena ingin cepat kerja, tapi justru mereka susah mencari lapangan pekerjaan, oleh karena itu kami launching rumah siap kerja untuk anak muda," kata dia.
 
Sandi menyatakan, rumah siap kerja menyiapkan layanan dari berbagai kebutuhan bagi generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan mulai dari pendidikan hingga menyambungkanya dengan kebutuhan dunia kerja.‎
 
"One stop service, meningkatkan keterampilan mereka, me-link and match apa yang dibutuhkan, penyedia lapangan kerja, apa yang dihasilkan oleh sistem pendidikan kita," tandas dia.

Debat ketiga Pilpres 2019 digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat kali ini hanya menampilkan calon wakil presiden (cawapres), Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Pada debat Cawapres ini, tema yang diangkat soal Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan. Tak seperti dua debat sebelumnya, pada debat cawapres ada beberapa perbedaan.

Hal ini memang sengaja dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki kekurangan pada debat-debat sebelumnya. Salah satunya adalah pembentukan Komite Damai yang baru muncul pada debat ketiga Pilpres 2019 nanti.

Selain itu, format debat juga berubah dan jumlah penonton yang hadir berkurang.

Lanjutkan Membaca ↓