Sandiaga Bilang OK OCE Sukses Kurangi 20 Ribu Pengangguran di Jakarta, Benarkah?

Oleh Ika DefiantiSeptian DenyNurseffi Dwi Wahyuni pada 18 Mar 2019, 00:08 WIB
debat cawapres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengklaim program one kecamatan, one center of entrepreneurship (OK OCE) yang pernah diusungnya saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mengurangi 20 ribu pengangguran pada 2018.

Sandiaga menyampaikan hal itu saat menanggapi tema ketenagakerjaan pada debat pilpres ketiga, Minggu (17/3/2019).

Sandiaga menuturkan, kalau hal yang dibutuhkan generasi muda adalah kesempatan untuk bekerja. Untuk memberikan kesempatan itu, pihaknya akan menyiapkan pelayanan terpadu satu pintu sehingga dapat mengarahkan generasi muda menjadi wirausaha.

"Bagaimana Indonesia bisa masuk jadi negara tujuh besar pada 2030-2035 jika anak muda tidak diberikan pekerjaan sehingga menjadi pengangguran. Yang dibutuhkan masa depan anak muda kita adalah kesempatan. Siap kerja dengan pelayanan terpadu satu pintu diarahkan jadi wirausaha," kata dia.

Ia klaim, saat dirinya menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta yang menggagas program OK OCE untuk mengarahkan masyarakat jadi wirausaha dapat mengurangi pengangguran sebanyak 20 ribu. Sandiaga Uno mengklaim program OK Oce tersebut mendapatkan respons positif.

"Dengan OK Oce pengangguran berkurang 20 ribu pada 2018, kami lihat hasil nyata dan dapat review positif. Di rumah kerja bukan hanya tingkatkan keterampilan tetapi juga peluang. Saya alhamdulliah. Allah bukakan jalan dari usaha kecil, saya yakin banyak anak muda berkarya," kata dia.

 

2 of 3

Lalu bagaimana faktanya?

20160223-Ilustrasi-Pengganguran-iStockphoto
Ilustrasi Tidak Bekerja atau Pengangguran (iStockPhoto)

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada November 2018, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta pada periode Agustus 2017 hingga Agustus 2018, turun 0,90 poin. Pada Agustus 2018, TPT DKI Jakarta mencapai angka 6,24 persen.

Dilansir BPS DKI Jakarta, angka pengangguran di ibu kota pada Agustus 2017 mencapai 346.950 orang. Pada Agustus 2018 angka pengangguran di DKI Jakarta mencapai 314.840 orang. Dengan demikian, angka pengangguran di Jakarta berkurang 32.100 orang sepanjang satu tahun terhitung Agustus 2017 hingga Agustus 2018.

TPT tertinggi berada di wilayah Jakarta Utara yakni 7,01 persen. Disusul Jakarta Timur 6,67 persen lalu Jakarta Pusat 6,64 persen, Jakarta Selatan sebesar 6,31 persen, Kepulauan Seribu 5,3 persen, dan Jakarta Barat 5,00 persen.

Namun turunnya angka pengangguran di Jakarta belum tentu disebabkan kesuksesan program OK OCE.

Sebab, data BPS menunjukkan mayoritas penduduk DKI Jakarta bekerja selama lebih dari 35 jam per pekan. Mereka terserap di berbagai jenis pekerjaan. Mayoritas bekerja di bidang perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil sejumlah 1.169.925 orang.

Sektor lain yang banyak menyerap tenaga kerja yaitu real estate dan jasa lain sebanyak 672.068 orang dan industri pengolahan 616.293 orang.

3 of 3

Belum Berhasil

20160223-Kadin Bersama MAVCAP Bahas Buidling The Digital ASEAN
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Rosan P. Roeslani saat berpidato pada pertemuan dengan MAVCAP (Malaysia Venture Capital Management Berhad) di Jakarta, Selasa (23/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Rosan Roeslani mengkritik program OK Oce yang disampaikan Cawapres Sandiaga Uno saat debat cawapres.

"Misal OK Oce itu sudah sukses, karena pada saat tadi debat saja server saja down," kata Rosan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3) malam.

Dia mengatakan, data target OK Oce di Pemprov DKI Jakarta itu sebanyak 40 ribu wirausaha baru dan yang mendaftar mencapai 51 ribu. Akan tetapi dari 1.000 wirausaha baru yang diproses, hanya 150 orang mendapatkan modal.

Kendati begitu, Ketua KADIN itu juga menyebut terdapat beberapa OK Oce mart di Ibu kota gulung tikar, misal di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Karena itu, dia mengimbau agar pihak BPN Prabowo-Sandiaga dapat mempertimbangkan bila ingin di nasionalkan program tersebut.

"Level nasional harus hati-hati, jangan sampai percobaan ini dijalankan di Jakarta belum menunjukkan hasil yang baik," kata Rosan yang merupakan pendiri Recapital bersama Sandiaga Uno.

Lanjutkan Membaca ↓