Jokowi Bangun 41.063 Meter Jembatan dalam 4 Tahun

Oleh Nurmayanti pada 13 Mar 2019, 15:11 WIB
Jembatan Holtekamp (Foto: Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan jika pemerintah gencar membangun infrastruktur di Indonesia. Salah satunya, pembangunan jembatan.

Melalui akun media sosial instagram resminya @jokowi, Presiden membeberkan jika selama empat tahun memimpin, total panjang jembatan yang dibangun pemerintah bila disambung seluruhnya mencapai 41.063 meter.

"Lebih dari 41 kilometer! Dari yang megah dan menjadi ikon daerah seperti Jembatan Holtekamp di Jayapura dan Jembatan Kali Kuto di ruas tol Batang-Semarang, sampai jembatan yang dibangun semata-mata untuk menunjang arus logistik, konektivitas transportasi, dan lain-lain," tulis Jokowi dalam akun instagramnya, Rabu (13/3/2019).

Jokowi awalnya bercerita jika pada 1 November 2017, dirinya sempat datang ke Muara Gembong, Bekasi. Kedatangan kala itu untuk ikut menebar benih udang di tambak-tambak pada areal perhutanan sosial yang dikelola Kelompok Tani Mina Bakti.

Saat itu, akses jalan disebut kurang baik. Hanya berupa jembatan gantung yang kecil dan sempit. Jokowi pun hanya bisa menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi tambak.

Kondisi dikatakan telah berubah total setahun kemudian. "Akhir Januari lalu, saya datang lagi. Kali ini untuk ikut memanen udang yang dulu ditebar itu. Yang menggembirakan, untuk sampai ke tambak-tambak di Muara Gembong itu saya sudah melewati sebuah jembatan sepanjang 82 meter selebar lima meter yang membentang di atas Sungai Citarum," tambah dia.

Jokowi menggambarkan jika panen udang pada tambak tersebut kini berlimpah. Kemudian akses jalan ke tambak yang menjadi lebih baik. "Dulu saya bersepeda motor, sekarang ke sana dengan mobil. Kehadiran jembatan baru ini telah memudahkan proses produksi hingga pemasaran," kata dia.

Dia mengatakan dengan melihat kondisi di berbagai wilayah terkait akses jalan inilah, yang mendorong pemerintah gencar membangun jembatan.

Pembangunan jembatan ini pun tergambar dalam video yang dibagikan melalui akun instagram @jokowi. Simak videonya.

 

 

2 of 2

Simak, 4 Jembatan di Indonesia yang Cetak Sejarah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembebasan tarif Jembatan Tol Suramadu, yang menghubungkan wilayah Surabaya dan Madura, Sabtu (27/10/2018). (Titin/Merdeka.com)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembebasan tarif Jembatan Tol Suramadu, yang menghubungkan wilayah Surabaya dan Madura, Sabtu (27/10/2018). (Titin/Merdeka.com)

Keberadaan infrastruktur merupakan salah satu syarat akan tumbuhnya perekonomian. Beragam jenis infrastruktur telah ada di Indonesia saat ini dari kabel optik hingga jembatan.

Berbicara mengenai jembatan, Indonesia menyadari pentingnya kebutuhan akan keterhubungan antar wilayah. Maka dari itu, jembatan termasuk yang tengah digenjot pembangunannya.

Indonesia sejauh ini telah membangun dan memiliki ratusan jembatan. Mulai dari ujung Timur hingga Barat terdapat berbagai jembatan telah membentang.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan jembatan berfungsi untuk keterhubungan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memeratakan hasil-hasil pembangunan.

Berikut sejumlah jembatan di Indonesia yang memiliki fakta unik dari dalam negeri hingga mancanegara. Ini rangkumannya oleh merdeka.com.

1. Jembatan Suramadu

Jembatan yang menghubungkan antara wilayah Pulau Jawa dan Pulau Madura ini membentang di atas Selat Madura. Jembatan dengan panjang 5.438 meter dan lebar 30 meter ini diresmikan pada Juni 2009. Dengan panjang hingga ribuan meter tersebut, Jembatan Suramadu menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) bercerita jembatan ini membutuhkan beberapa masa pemerintahan hingga bisa terbangun.

"Tahun '60-an adalah mimpi, cita-cita atau gagasan untuk membangun jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura tapi baru medio '80-an itu ada kajian serius untuk mengimplementasikan mimpi banyak orang, untuk membangun jembatan panjang, great brigde di tempat ini," ujar SBY.

Di era Pemerintahan Soeharto, disebut SBY, BJ Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menristek ditugaskan untuk melakukan kajian. "Sejauh mana bisa dibangun jembatan antara Surabaya dengan Madura. Akhirnya di era Presiden Soeharto kajian demi kajian dilakukan tapi karena krisis datang tahun 1997 dan 1998, awal 1999 terhentilah semua ini," ucapnya.

Pembangunan Jembatan Suramadu terlupakan di era Presiden Gusdur dan ketika Habibie menjabat sebagai presiden. Saat pemerintahan Megawati, kelanjutan pembangunan pun kembali muncul.

"Tahun 2003 Presiden Megawati mulai membangun jembatan ini atau ground breaking. Terjadi pergantian Ibu Megawati kepada saya akhir 2004 dan terus berlangsung. Tapi pada satu titik pembangunan ini terhenti oleh satu dan lain sebab, sejumlah faktor," lanjutnya.

 

 

2. Jembatan Situgunung

Jembatan gantung Situgunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi baru saja diresmikan. Jembatan kebanggaan warga Sukabumi ini memiliki panjang 243 meter dan lebar 1,2 meter, yang menjadikannya sebagai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.

Pemerintah mendukung pembangunan obyek wisata seperti jembatan gantung tersebut karena sejalan target untuk menjadikan pariwisata sebagai pemberi sumbangan devisa negara terbesar.

3. Jembatan Lama Kediri

Indonesia juga memiliki jembatan lain yang tak kalah membanggakan. Di saat, Amerika Serikat memiliki jembatan suspensi tertua yakni Jembatan Brooklyn yang selesai dibangun tahun 1883, Indonesia punya jembatan yang lebih tua yakni jembatan lama Kediri 'Brug Over den Brantas te Kediri'. Jembatan dengan konstruksi besi pertama di Jawa ini diresmikan pada 18 Maret 1869.

Pembangunan kedua jembatan ini memiliki teknologi canggih di masanya. Amerika dengan Jembatan Brooklyn adalah karya insinyur John Augustus Roebling. Jembatan Lama Kediri karya Sytze Westerbaan Muurling asal Belanda.

4. Jembatan Kali Kuto

Jembatan Kali Kuto berlokasi di Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Jembatan ini menjadi salah satu fasilitas di tol Trans Jawa.

"Jembatan ini dibangun dengan model Swing Arch melengkung, sehingga memiliki kerumitan tersendiri dibandingkan membangun jembatan biasa. Ini menjadi yang pertama di Indonesia dan dunia yang dibangun dengan model seperti ini," kata Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Arie Irianto.

Jembatan yang memiliki panjang 160 meter ini dibangun oleh insinyur dalam negeri dan mayoritas bahannya adalah produk dalam negeri. Hanya saja baja yang digunakan masih diimpor dari Prancis.

Reporter: Harwanto Bimo Pratomo

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait