Sri Mulyani Incar Penerimaan Rp 498,7 Triliun dari Wajib Pajak Besar di 2019

Oleh Septian Deny pada 13 Mar 2019, 13:28 WIB
Sri Mulyani Beri Penghargaan Enam Pengusaha Taat Pajak

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis penerimaan wajib pajak besar tahun ini meningkat hingga 19 persen. Sehingga, pada tahun ini kontribusi wajib pajak besar mencapai Rp 498,73 triliun atau 31,57 persen terhadap target penerimaan pajak secara keseluruhan.

Sri Mulyani mengungkapkan, pada tahun lalu, penerimaan pajak besar mengalami pertumbuhan sebesar 16 persen. Sedangkan pada tahun ini diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi lagi.

"Kan penerimaan pajak tahun lalu growth cukup baik, 16 persen. Meski pun kita lihat komposisi cukup merata antara sektor dan jenis pajak. Untuk tahun 2019 sesuai UU APBN, penerimaan pajak yang sudah ditetapkan, jadi kalau dihitung dari apa yang sudah direalisir tahun lalu dengan yang harus dicapai di 2019 ini maka kita harus capai pertumbuhan 19 persen," ujar di di Gedung Pajak Sudirman, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut Sri Mulyani, secara rata-rata pertumbuhan penerimaan pajak hanya di kisaran 16 persen per tahun.

"Itu masih cukup tinggi. Karena kalau kita lihat historis penerimaan pajak kita tumbuhnya itu yang optimal atau dengan extra effort yang baik antara 16 persen, pernah 18 persen waktu terjadi sunset policy tahun 2008. Di luar itu biasanya kita tumbuh 16 persen," jelas dia.

Namun demikian, lanjut dia, bukan berarti target penerimaan pajak besar yang sebesar 19 persen tidak bisa tercapai. Hanya saja memang perlu kerja keras untuk mencapai target tersebut. "Jadi kalau sekarang harus tumbuh 19 persen berarti seluruh Kanwil dan KPP harus bekerja lebih keras lagi," tandas dia.

Untuk diketahui, pada hari ini Sri Mulyani memberi apresiasi dan penghargaan kepada wajib pajak besar yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DPJ Wajib Pajak Besar, Jakarta. Sebanyak 30 wajib pajak menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak.

Sri Mulyani menyampaikan terima kasih kepada pembayar pajak di Kantor Wilayah Pajak Besar di Indoensia yang merupakan pembayar pajak prominent atau memiliki peran signifikan.

"Secara simbolis kita gunakan angklung untuk menunjukkan bagaimana menjadikan ekonomi Indonesia samakin besar, kompetitif, produktif, semua bisa dilakukan apabila sinergi pemerintah dan dunia usaha berjalan baik," jelas dia.

Menurut Sri Mulyani, wajib pajak di lingkungan Kanwil DPJ Wajib Pajak Besar, Jakarta, menyumbang 31 persen keseluruhan penerimaan pajak di Indoensia. "Jadi ini kantor sangat penting," tegas dia.

Founder & Chairman PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang merupakan salah satu pengusaha yang memperoleh penghargaan mengatakan bahwa membayar pajak adalah suatu kewajiban namun juga suatu kehormatan. Membayar pajak adalah perwujudan dari nasionalisme, perwujudan dari kepedulian berbangsa, dan perwujudan dari solidaritas sosial.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kanwil Dirjen Pajak Besar atas penghargaan yang diberikan selama dua tahun berturut-turut ini," kata dia.

"Penghargaan ini menjadi pendorong semangat agar kita bersama-sama, dalam kapasitas dan perannya masing-masing, terus berupaya memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia yang lebih baik," tambah dia.

2 of 3

Wajib Pajak Penerima Penghargaan

Sri Mulyani Beri Penghargaan Enam Pengusaha Taat Pajak
Menkeu Sri Mulyani (kiri) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada President Commissioner EMTEK Eddy Kusnadi Sariaatmadja di Jakarta, Rabu (13/3). Ada enam pengusaha yang mendapat penghargaan ini. (Liputan6.com/JohanTallo)

Berikut adalah daftar wajib pajak yang menerima penghargaan dari Kanwil DJP Wajib Pajak Besar: 

 

Wajib Pajak Perorangan 

1. Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja 

2. Rachmat Theodore Permadi

3. Arifin Panigoro 

4. Alexander Tedja 

5. Budi Purnomo Hadisurjo 

6. Garibaldi Thohir 

 

Wajib Pajak Badan

1. PT Adaro Indonesia

2. PT Astra Daihatsu Motor

3. PT Astra Honda Motor 

4. PT Bio Farma (Persero)

5. PT Bukit Asam Tbk

6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 

7. PT Bank BNI (Persero) Tbk 

8. PT Bank BRl (Persero) Tbk 

9. PT Bank Central Asia Tbk. 

10. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk 

11. PT Freeport Indonesia 

12. PT Honda Prospect Motor

13. PT Kaltim Prima Coal

14. PT Kideco Jaya Agung

15. PT Pembangunan Perumahan

16. PT Pelabuhan Indonesia lll (Persero) 

17. PT Pertamina (Persero) 

18. PT Petrokimia Gresik 

19. PT PLN (Persero) 

20. PT Perusahaan Gas Negara Tbk

21. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 

22. PT Toyota Astra Motor 

23. PT Unilever Indonesia Tbk 

24. PT United Tractors Tbk 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓