Kementerian ESDM Telah Sediakan 2.288 Sumur Bor Buat 6,6 Juta Jiwa

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 11 Mar 2019, 14:45 WIB
Diperbarui 11 Mar 2019, 14:45 WIB
Atasi krisis air bersih di Lombok Utara, Kementerian ESDM suplai sumur bor dekat pengungsian. (Foto: Humas Kementerian ESDM)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa terdapat 6,6 juta masyarakat menikmati air bersih dari sumur bor yang dibangun sejak 2005 sampai 2018. Pembangunan tersebut dilakukan pada daerah atau wlayah yang sulit air bersih.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudi Suhendar mengatakan, program sumur bor dijalankan sejak 2005 untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Sampai dengan 2018, terdapat 2.288 Sumur bor telah dibangun tersebar di 33 Provinsi.

"Di 2005 kita mendapat tugas untuk melaksanakan pengeboran di daerah sulit air dengan kedalaman sekitar 100 meter ke bawah. dari 2005 sampai 2018, kita sudah cukup banyak," kata Rudi, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dari 2.288 titik sumur bor yang sudah dibangun mampu menghasilkan air sebanyak 144,4 juta meter kibik per tahun. Jumlah tersebut dinikmati oleh 6,6 juta jiwa.

"Dari 2005-2018 itu yang sangat signifikan mulai tahun 2015. Jadi 2015 itu Badan Geologi mulai dengan di atas 100 titik. Untuk 2016 hampir 200 titik. Pada 2017 kita ngebor 237 titik. Sedangkan untuk 2018 kita berhasil melakukan 506 titik," paparnya.

Menurut Rudi, selain membangun di wilayah yang sulit air, Badan Geologi juga membangun sumur bor di daerah bencana. Pada 2018 lembaga tersebut membangun sumur bor di 55 titik tersebar di daerah yang mengalamai bencana.

"Pada 2018 itu mengebor 55 titik di daerah yg terkena bencana yaitu 5 unit Gunung Agung, 13 unit Lombok Utara, 37 unit di Sulawesi Tengah. itu yang memang dari sisi pengeboran ini yang dilakukan Badan Geologi," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Sediakan Air Bersih, Kementerian ESDM Bangun Sumur Bor di Sigi

Kemarau Panjang, Warga Perbatasan Bogor - Bekasi Krisis Air Bersih
Warga mengambil air pada lubang di aliran Sungai Cipamingkis yang kering, Cibarusah, Bekasi, Jabar, Kamis (2/8). Dua bulan tak diguyur hujan menyebabkan warga perbatasan Bogor-Bekasi dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyediakan air bersih bagi masyarakat dengan membangun sumur bor, ‎di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Sekretaris Inspektorat Jendral KESDM, Budiyantono mengatakan,‎ sumur bor dengan kedalaman 78-125 m dibangun, memberikan layanan air bersih bagi 2.500 jiwa di desa tersebut.

Desa Pombewe menjadi pusat lokasi penyerahan sumur bor di wilayah Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Morowali dan Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Sumur bor tersebut dibangun dengan debit air rata-rata 1,9 liter per detik, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 5 ribu liter. Dengan mendapat pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 15 kVA = 12 kWatt.

"Manfaat sumur bor ini merupakan salah satu program kegiatan energi berkeadilan Kementerian ESDM yang merupakan perwujudan dari Nawa Cita. Apalagi ini menyangkut tentang percepatan pembangunan Sulawesi Tengah pascagemba pada September tahun lalu, salah satu wujudnya adalah adalah kehadiran air bersih," kata Budiyantono, di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Dia mengatakan, ketersediaan sarana air bersih, bagi masyarakat Sulawesi Tengah merupakan kebutuhan yang paling mendesak saat ini.

Selain itu, ketersediaan air bersih mampu menunjang pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓