Startup Decacorn Pertama di Asia Tenggara Terima Dana Segar USD 4,5 Miliar

Oleh Gilar Ramdhani pada 08 Mar 2019, 13:30 WIB
Startup Decacorn Pertama di Asia Tenggara Terima Dana Segar USD 4,5 Miliar

Liputan6.com, Jakarta Start decacorn pertama di Asia Tenggara, Grab baru saja menerima kucuran dana sebesar USD 4,5 miliar atau setara Rp 63,6 triliun dalam putaran pendaraan seri H. Nilai investasi tersebut berasal dari beberapa perusahaan.

CEO Grab Anthony Tan mengumumkan salah satu investor strategis jangka panjang bagi Grab yakni SoftBank Vision Fund memberikan dana terbesar mencapai USD 1,46 miliar atau setara Rp 20,6 triliun.

Adapun investor lain yang memberikan pendanaan dalam investasi seri H adalah Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.

"Investasi ini merupakan salah satu bentuk nyata dari visi Grab sebagai super app nomor satu di Asia Tenggara dalam mengembangkan ekosistem kawasan ini," tutur Anthony di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Disebutkan juga oleh Anthony, SoftBank tak hanya menjadi investor terbesar bagi Grab mungkin juga SoftBank adalah investor yang paling banyak memberikan pendanaan di Asia Tenggara.

Setelah mendapatkan kucuran dana segar, Grab yang telah resmi menjadi startup level decacorn dan super app pertama di Asia Tenggara akan terus meningkatkan taraf kehidupan dan penghasilan masyarakat Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Hingga kini, Grab telah beroperasi di 8 negara di Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan juga Vietnam. Status decacorn diterima perusahaan yang bermarkas di Singapura ini setelah memiliki valuasi lebih dari USD 10 miliar. Valuasinya 10 kali lipat lebih besar dibandingkan unicorn, namun 10 kali lipat di bawah hectocorn.

Anthony mengungkapkan bahwa Grab berencana untuk menginvestasikan sebagian besar dana investasinya di Indonesia melalui tiga hal, yakni meningkatkan wirausaha mikro, meningkatkan talenta pemuda Indonesia dan akselerasi startup.

Adapun peningkatan wirausaha mikro dilakukan misalnya melalui pelayanan GrabFood. Untuk peningkatan talenda pemuda dilakukan melalui kerja sama pelatihan dengan kampus-kampus di Indonesia. Akselerasi startup sekaligus menjadi fokus ke depan guna membangun ekosistem di Grab.

Meski mendapatkan pendanaan yang cukup besar hingga Rp 63,6 triliun untuk putaran pendanaan seri H, Grab masih membuka kesempatan bagi para investor untuk melakukan pendanaan di putaran seri ini.

"Seri pendanaan ini masih dibuka karena minat dari para investor masih tinggi. Para investor kami untuk seri pendanaan ini seperti Microsoft, Toyota, dan lain-lain memiliki market di sini. Mereka terus berinvestasi karena percaya bahwa feedback pengguna ke Grab itu sangat baik," tutur Anthony.

Dalam paparannya kepada media, Grab mengklaim kini mereka menjadi pemimpin dalam layanan transportasi on demand di Indonesia.Grab menguasai 60 persen layanan ride hailing roda dua dan 70 persen pasar roda empat.

Bisnis Grab juga diklaim cukup berkembang pesat dengan pendapatan dua kali lipat pada tahun 2018.

 

 

(Adv)