5 Pekerjaan yang Paling Tak Populer bagi Wanita

Oleh Tommy Kurnia pada 08 Mar 2019, 18:00 WIB
Ivanka Trump

Liputan6.com, Washington D.C. - Isu karier tengah menjadi sentral di kehidupan wanita, di antaranya terkait kesempatan setara dan lingkungan kerja yang non-diskriminatif. Para wanita sukses pun mengangkat topik ini di Hari Perempuan Internasional 2019.

Petinggi Facebook, Sheryl Sandberg, menggunakan kesempatan ini untuk menyemangati para eksektutif wanita, dan Ivanka Trump, penasihat presiden Amerika Serikat, mempromosikan peran pekerja wanita di kancah dunia.

Berbicara karier wanita, terdapat tiga sektor yang paling disukai dan tidak disukai wanita. Mana saja sektor tersebut?

Melansir laporan Bloomberg, berikut 5 sektor yang paling tak disukai wanita berdasarkan laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS:

1 Konstruksi dan ekstraksi

2. Instalasi, maintenance, dan perbaikan

3. Arsitektur dan engineering

4. Transportasi dan pengiriman material

5. Pelayanan perlindungan

Terlihat kebanyakan sektor yang tak populer bagi wanita umumnya pekerjaan yang melibatkan fisik yang berat. Sektor konstruksi dan ekstraksi (seperti penambangan) menjadi yang paling tak populer.

Bagaimana sektor yang paling populer? Rata-rata yang populer bagi kaum wanita adalah terkait kesehatan dan pelayanan personal. Pekerjaan administrasi pun cukup populer. Berikut daftarnya:

.

2 of 2

5 Pekerjaan Terpopuler bagi Wanita

Ilustrasi Tulisan Tangan Dokter dan Dokter (iStockphoto)
Adib Menduga Bahwa Secarik Kertas yang Terdapat Tulisan Tangan Dokter yang Sulit Dibaca itu Adalah Rekam Medik Rawat Jalan Pasien (Ilustrasi/iStockphoto)

1. Pendukung layanan kesehatan

2. Pelayanan dan perawatan diri

3. Praktisi dan ahli teknis layanan kesehatan

4. Pendidikan, pelatihan, dan perpustakaan

5. Pegawai kantoran dan administrasi

Bloomberg mencatat, meski banyak wanita di sektor kesehatan, pendidikan, dan hukum, tetapi wanita jarang memegang posisi tertinggi.

Tercatat, per Desember 2018, hanya ada 24 CEO wanita di daftar perusahaan Fortune 500. Sedikitnya wanita di posisi penting pun telah menjadi isu yang dipromosikan oleh perusahaan besar seperti Amazon dan Facebook agar lebih aktif mengangkat wanita menjadi anggota dewan direksi mereka

Lanjutkan Membaca ↓