Tol Pekanbaru-Dumai Terdapat Perlintasan Khusus Gajah

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 04 Mar 2019, 18:36 WIB
Diperbarui 04 Mar 2019, 18:36 WIB
Proyek Tol Trans Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus merampungkan Jalan Tol Trans Sumatera, salah satunya ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 km.

Konstruksi ruas tol tersebut rupanya tak hanya bagi para pengguna kendaraan roda empat saja, melainkan juga hewan besar berkaki empat yakni gajah.

Kepala BPJT, Danang Parikesit mengatakan, di ruas Tol Pekanbaru-Dumai ini juga bakal dibangun 5 perlintasan khusus gajah di Seksi IV dan Seksi V yang melewati Kantong Gajah Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Siak.

"Ini yang menjadi menarik, karena kita harus mengakomodasi dan memastikan Sumatra biodiversity. Salah satu bentuknya, di Tol Pekanbaru-Dumai nanti ada 5 terowongan gajah," ungkapnya dalam sesi diskusi di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019).

Dia mengidentifikasi, salah satu wilayah yang paling banyak dilalui gajah yakni di Bengkalis. Oleh karena itu, BPJT akan berkoordinasi dengan pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam agar pembangunan tol ini tidak mengganggu habitat gajah.

Sebagai informasi, kemajuan pengerjaan Tol Pekanbaru-Dumai saat ini mencapai 37,12 persen. Tol ini sendiri memiliki 6 seksi, dengan rincian Seksi I (Pekanbaru-Minas) sebesar 50,85 persen, serta Seksi II (Minas-Petapahan/Kandis Selatan) sebesar 39,47 persen.

Lalu, Seksi III (Petapahan-Kandis Utara) sebesar 47,33 persen, Seksi IV (Kandis-Duri Selatan) sebesar 30,70 persen, Seksi V (Duri Selatan-Duri Utara) sebesar 24,06 persen, dan Seksi VI (Duri Utara-Dumai) mencapai 37,59 persen.

Danang melanjutkan, ruas pertama yang akan segera bisa dioperasikan yakni Seksi I Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 km, tepatnya pada akhir tahun ini.

"Pekanbaru-Dumai Seksi I progres konstruksinya mendekati 51 persen. Diharapkan bisa beroperasi Desember 2019," ujar Danang.

 

2 dari 2 halaman

4 Ruas Tol Trans Sumatera Siap Beroperasi Pertengahan 2019

Proyek Tol Trans Sumatera Medan-Binjai (Foto: Dok BPJT Kementerian PUPR)
Proyek Tol Trans Sumatera Medan-Binjai (Foto: Dok BPJT Kementerian PUPR)

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan terdapat empat ruas Tol Trans Sumatera yang siap dioperasikan pada pertengahan 2019. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengaku optimistis, Jalan Tol Trans Sumatera ruas utama sepanjang 2.000 km akan dapat tersambung pada 2024. 

"Jika melihat capaian selama empat tahun terakhir, maka Tol Trans Sumatera dari Bakaheuni sampai Banda Aceh dengan panjang sekitar 2.000 Km, akan tersambung secara bertahap hingga tahun 2024," ujar Basuki dalam keterangan resminya, Kamis 28 Februari 2019.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit mengatakan, ada empat ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang dalam waktu dekat secara bertahap siap diresmikan dan beroperasi.

Antara lain, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (140,93 km), Medan–Binjai (Segmen Helvetia–Veteran) (2,75 km), Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi Seksi 7 (9,1 km), dan Terbanggi Besar– Pematang Panggang–Kayu Agung (189,2 km). 

Adapun dua ruas di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi, yakni Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar serta Jalan Tol Medan-Kualanamu–Tebing Tinggi Seksi 7. 

"Sedangkan untuk Jalan Tol Medan–Binjai (Segmen Helvetia–Veteran) masih dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dan Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung dalam proses penyelesaian konstruksi," sambung Danang.

Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sendiri memiliki empat seksi, yakni Seksi 1 Bakauheni–Sidomulyo (39,4 km) dimana Segmen Pelabuhan Bakauheni–Simpang Susun (SS) Bakauheni (8,9 km) sudah beroperasi Januari 2018. 

Lalu, Seksi 2 Sidomulyo–Kotabaru (40,6 km) dengan Segmen SS Kotabaru–SS Lematang (5 km) yang juga telah beroperasi Januari 2018, serta Seksi 3 Kotabaru-Metro (29 km) dan Seksi 4 Metro-Terbanggi Besar (31,93 km).

Kemudian Jalan tol Medan–Binjai (16,73 km) terdiri atas 3 seksi, yakni Seksi 1 ruas Tanjung Mulia-Helvetia (6,27 km), Seksi 2 ruas Helvetia-Semayang (6,18 km) dan Seksi 3 ruas Semayang-Binjai (4,28 km) yang sudah beroperasi penuh pada Oktober 2017. 

Sementara untuk Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) secara keseluruhan memiliki panjang 61,7 km. Pengusahaannya dilaksanakan oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol dengan investasi sebesar 4,96 Triliun serta masa konsesi selama 40 tahun. 

Jalan tol MKTT Seksi 2-6 Parbarakan hingga Sei Rampah (41,65 km) telah diresmikan Oktober 2017 dan Seksi 1 Tanjung Morawa-Perbarakan termasuk Simpang Susun Kemiri (10,75 km) telah beroperasi pada Juni 2018.

Di sisi lain, Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 21,95 triliun, dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2019. 

Tol ini terdiri atas dua seksi, yakni Seksi 1 Terbanggi Besar-Pematang Panggang (112,2 km) dengan kemajuan konstruksi 89,06 persen dan Seksi 2 Pematang Panggang-Kayu Agung (77 km) dengan kemajuan konstruksi 90,80 persen.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓