Gandeng Ciputra Group, BNI Syariah Target Biayai Hunian Rp 200 Miliar di 2019

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 04 Mar 2019, 10:00 WIB
Diperbarui 04 Mar 2019, 10:00 WIB
Indonesia Properti Expo 2019
Perbesar
Maket perumahan yang ditawarkan pada Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (2/2). Kegiatan yang digelar 2-10 Februari itu menargetkan penyaluran kredit baru senilai Rp 6 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta BNI Syariah memperluas kerja sama dengan PT Ciputra Residence (anak perusahaan Ciputra Group) dalam fasilitasi pembiayaan kepemilikan rumah di proyek CitraRaya.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo bersama Director PT Ciputra Residence, Mary Octo Sihombing bertempat di Citra Raya Management Office, akhir pekan kemarin.

"Melalui sinergi dengan Ciputra Group, kami berharap dapat memberikan alternatif perumahan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo dalam keterangannya, Senin (4/3/2019).

Pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan PKS terhadap 6 proyek dari PT Ciputra Residence yang berada di wilayah Tangerang, Lebak, Banten dan Malang.

Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari sinergi sebelumnya BNI Syariah telah menandatangani PKS untuk proyek-proyek Ciputra Group sebanyak 12 proyek CitraGarden di wilayah Jakarta Barat, Jambi, Palembang, Banten, Pontianak, Samarinda, Depok, Cengkareng dan Batam.

Serta 22 proyek Ciputra Development (Sub Holding 2) yang tersebar di wilayah Cibubur, Makassar, Manado, Surabaya, Lampung, Semarang, Yogyakarta, Sidoarjo, dan Medan.

Sedangkan untuk lokasi 6 proyek yang dikerjasamakan pada proyek CitraRaya terdiri dari 3 lokasi proyek Citra Raya di Tangerang, 2 lokasi proyek Citra Maja Raya di Lebak, dan 1 proyek Citra Garden City di Malang.

Target yang diharapkan dari kerjasama dengan PT Ciputra Residence (CitraRaya) ini untuk tahun 2019 sebesar Rp 200 Miliar.

Penandatanganan PKS untuk proyek CitraRaya ini merupakan salah satu langkah BNI Syariah dalam rangka meningkatkan portofolio pembiayaan griya, dimana per Desember 2018 sebesar Rp 11,86 trilun.

Kemudian meningkat sebesar 10,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan komposisi pembiayaan perumahan sebesar 41,92 persen dibandingkan dengan total pembiayaan BNI Syariah.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

69 Tahun Berdiri, Bank BTN Salurkan Kredit Rp 523 Triliun

BTN Luncurkan Plaza KPR
Perbesar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Plaza KPR dan KPR Hotline di Jakarta, Selasa (12/12). contact center yang dibuka untuk memberikan segala informasi mengenai produk KPR baik subsidi maupun non-subsidi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperingati hari jadinya yang ke-69 tahun. Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan BTN telah menyalurkan kredit senilai Rp 523 triliun dalam kurun waktu 69 tahun tersebut. Kredit terbesar disalurkan di sektor perumahan.

"BTN sudah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat khususnya di bidang perumahan. Banyak sekali yang sudah dilakukan, baik di pendahulu-dahulu kita, baik saat ini," kata Maryono dalam acara Charity Funwalk, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Dia mengungkapkan total kredit tersebut telah dinikmati oleh lebih dari 4,5 juta keluarga di seluruh Indonesia. "Di mana program memacu BTN untuk melakukan inovasi produk KPR dan skema kredit yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah hingga milenial untuk memiliki rumah,” ujarnya.

Maryono mengungkapkan, sejak tahun 1974 hingga saat ini BTN sudah memberikan banyak kontribusi mengabdi pada negeri dengan cara membantu masyarakat untuk memiliki rumah.

"Tapi yang paling nyata dan paling tinggi, itu dengan program pemerintah 4 tahun ke belakang. Yaitu program 1 juta rumah. Kalau yang dulu sebelumnya programnya oke. Tapi jumlahnya tidak sebsar program 1 juta rumah," ujarnya.

Selain itu, di ulang tahun ke 69 tahun ini, BTN berhasil mencatatkan aset perusahaan lebih dari Rp 300 triliun atau naik sekitar 17 persen dibandingkan pada tahun 2017 yang tercatat Rp 261,5 triliun.

Peningkatan aset Bank yang fokus pada kredit perumahan tersebut diiringi dengan pertumbuhan kredit yang positif, meski dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi gejolak ekonomi global.

"Kinerja kita sudah mulai membaik. Aset kita 4 tahun lalu hanya masuk ke urutan 10, sekarang masuk ke 5 besar."

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Wastafel Ala Difabel

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya