Kementerian BUMN Belum Terima Usulan KKP Soal Pembentukan Bulog Perikanan

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 27 Feb 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 01 Mar 2019, 11:14 WIB
Semester I 2018, Ekspor Perikanan Alami Peningkatan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum menerima secara resmi usulan pembentukan Bulog sektor perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro menjelaskan, Kementerian BUMN masih menerima rencana itu secara lisan dan hanya melalui media massa.

"Kalau KKP memandang perlu ya bisa diinisiasi. Karena sama sekali kita belum pernah diskusi antar lembaga, jadi masih ide. Kalau memang mau seperti itu mereka undang kita, ayo kita adakan FGD. Kemungkinan bisa tidak sih buat seperti Bulog, sambil kita asessement Perum Perindo sebenarnya dia mampu atau tidak," ujar Wahyu saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (27/2/2019).

Saat ini, dijelaskan Wahyu, Perum Perikanan Indonesia (Perindo) sendiri memiliki omzet sekitar Rp 1 triliun setiap tahun. Dengan kapasitas ini, Perum Perindo masih menjadi perusahaan dengan skala tak begitu besar di industri perikanan.

Untuk menjadi perusahaan layaknya Bulog, Perindo harus memiliki beberapa landasan hukum, mulai dari Peraturan Pemerintah, Instruksi Presiden (Inpres), hingga Keputusan Presiden (Kepres).

"Jadi instrumen landasan hukumnya ini harus disiapkan dulu. Kalau itu sudah siap, bisa-bisa saja Perindo menjalankan fungsi seperi Bulog," tegasnya.

Diakui Wahyu, pembentukan Bulog perikanan ini perlu melewati beberaa proses, mulai dari kesiapan aturannya hingha perubahan rencana bisnis perusahaan.

2 of 3

Perum Perindo Peroleh Kontrak Pasok Ikan Tuna 210 Ton ke Jepang

Semester I 2018, Ekspor Perikanan Alami Peningkatan
Nelayan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Kamis (26/10). Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor produk perikanan tercatat sebanyak 510.050 ton pada semester I-2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) tengah fokus menggarap pasar ekspor pada kuartal I 2019. Tujuan ekspor utama yakni Jepang dan Amerika Serikat (AS).

Perum Perindo menggaet perusahaan asal Osaka, Jepang yakni Alpha Marine Japindo Co. Ltd. Keduanya sepakat menjalin kerja sama jual beli ikan berjenis tuna segar loin skinless sebesar 210 ton dengan valuasi USD 3,12 juta.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari ajang pameran tahunan produk dan industri pendukung perikanan terbesar di wilayah Jepang Barat, Osaka Seafood Show 2019 pada 20-21 Februari 2019. 

Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam Sales Contract yang ditandatangani oleh Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda dan Presiden Direktur Alpha Marine Japindo Co. Ltd Tetsuji Okamoto pada Jumat, 22 Februari 2019 di Osaka.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Konjen KJRI Osaka, Mirza Nurhidayat.  Dirut Perum Perindo, Risyanto Suanda menuturkan, tanda tangan kontrak dengan Alpha Marine Japindo Co. Ltd akan memperkuat posisi Perum Perindo di pasar Jepang.

Lantaran Perum Perindo juga telah lebih dulu menyuplai ikan ke perusahaan di Tokyo yakni Musashi Industry Co. Ltd.

"Suplai ke perusahaan di Tokyo berjalan awal tahun ini dan sekarang kami juga suplai ke perusahaan di Osaka. Secara bisnis, ini tentu menambah revenue dan margin Perum Perindo,” kata dia pada Sabtu 23 Februari 2019.

Dengan memasok ikan untuk kebutuhan ekspor, lanjut dia, peran Perum Perindo ke nelayan juga otomatis meningkat. Lantaran, ikan tuna yang dijual ke Osaka dibeli dari nelayan di Ternate, Ambon, Bitung, dan wilayah-wilayah lain di Indonesia timur.

Risyanto optimistis, mampu memenuhi permintaan dari Alpha Marine Japindo Co.Ltd. Dia berharap volume ekspor ke buyer luar negeri dapat ditingkatkan lebih banyak lagi.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓