Sri Mulyani Beberkan Kunci Sukses Startup Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 27 Feb 2019, 14:21 WIB
Diperbarui 27 Feb 2019, 19:16 WIB
Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan kunci sukses keberhasilan dua perusahaan rintisan atau start up seperti Gojek dan Bukalapak. Menurut dia, banyak orang yang tidak menyadari dua perusahaan yang dikenal sebagai unicorn di Indonesia ini berhasil karena hal-hal sepele.

"Mereka ini menghubungkan hal dianggap terlalu sepele dan terlalu kecil ternyata kalau di scale up dari jutaan, jadi miliaran bahkan bisa triliunan," kata Sri Mulyani dalam acara Kadin Entrepreneurship Forum 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta Rabu (27/2/2019).

Sri Mulyani mengatakan sering kali hal sepele tersebut justru terlewatkan dan tidak diperhatikan oleh para pengusaha konvensional.

Dia mencontohkan, seperti yang dilakukan oleh anak usaha Gojek, yakni Gopay. Perusahaan itu bahkan rela untuk turun ke lingkungan tempat tinggal, seperti arisan keluarga.

Artinya, perusahaan tersebut tidak hanya fokus terhadap perputaran uang yang besar saja, melainkan perputaran uang yang kecil juga disasar.

"Hanya untuk arisan, beli panci, itu mereka perhatikan detil. Karena setiap rupiah beredar it means business for them," kata dia.

Oleh karena itu, Bendahara Negara ini meminta agar para pengusaha untuk lebih bijak dalam melihat segala aspek peluang. Para pengusaha juga diharapkan mau belajar kepada perusahaan-perusahaan start up tersebut.

Seperti diketahui, perusahaan start up seperti Gojek dan Bukalapak merupakan dua dari empat perusahaan yang dikenal sebagai Unicorn Indonesia. Unicorn sendiri, yakni perusahaan yang memiliki valuasi sebesar USD 1 miliar.

2 of 2

OJK Sebut Indonesia Pasar yang Menjanjikan bagi Unicorn

Banner Infografis 4 Unicorn di Indonesia
Banner Infografis 4 Unicorn di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menuturkan, perkembangan teknologi yang terjadi saat ini tak dapat terbendung lagi. Itu salah satunya seiring menjamurnya pertumbuhan unicorn di dalam negeri.

Indonesia bahkan dipandang sebagai pangsa pasar yang menjanjikan ketika berbicara ekonomi digital atau platform bisnis yang disebut e-commerce.

"Indonesia adalah potensi besar untuk lakukan ini karena kan penduduk kita banyak dan 40 persen lebih masyarakat kita belum punya rekening dan belum cukup pembinaan literasinya," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia mengaku, tidak akan melarang keberadaan unicorn di dalam negeri untuk terus bertumbuh. Lantaran, banyak membawa manfaat bagi masyarakat.

"Kami dari OJK tak akan larang itu karena masyarakat banyak dapat manfaat dengan hadirnya produk-produk teknologi, terutama finansial sektor," ujarnya.

Dia mengungkapkan, yang perlu diperhatikan ialah menjaga dan memonitor keberadaan unicorn ini di dalam negeri.

"Kemudian bagaimana kita bisa memonitor dengan jelas dan kita berikan koridor bagaimana mereka operasinya itu kuat," tandas dia.

Lanjutkan Membaca ↓