Allianz Siap Jadi Perusahaan Asuransi Digital di RI

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 24 Feb 2019, 20:30 WIB
Diperbarui 24 Feb 2019, 20:30 WIB
(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)

Liputan6.com, Jakarta - PT Asuransi Allianz Utama Indonesia menyatakan siap reformasi untuk menjadi perusahaan asuransi digital demi memenuhi tuntutan zaman.

Presiden Direktur PT Allianz Utama Indonesia, Peter van Zyl mengatakan, pelayanan kepada konsumen menjadi prioritas utama perseroan. Oleh karena itu, perseroan hendak mengembangkan bentuk interaksi dengan pihak konsumer.

"Kita sudah siap untuk melayani kebutuhan para konsumer. Pasar asuransi juga harus lebih berkembang ke arah digitally interactive, sehingga bisa lebih dipercaya oleh konsumer," ungkap dia saat berbincang Liputan6.com, dikutip Minggu (24/2/2019).

Kendati demikian, ia menambahkan, pihaknya juga tak mau luput soal pangsa pasar. "Secara resmi, kita mau memastikan pertumbuhan market share yang sesuai dengan pemain lokal (di Indonesia) dan multinasional," sambungnya.

Lebih lanjut, Peter memastikan, Allianz Utama Indonesia sudah membuat strategi untuk ke depan bisa beroperasi secara digital.

"Dalam commercial books (laporan finansial perusahaan), kita terus bergerak cepat sesuai regulasi untuk menjaga sisi keuangan. Tapi dalam perspektif retail, kita berencana untuk jadi perusahaan asuransi digital," tegasnya.

 

2 dari 2 halaman

Pasar Industri Asuransi Masih Sehat di RI

Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)
Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)

Sebelumnya, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia menilai, pasar asuransi di Indonesia dalam kondisi sangat stabil. Meski kini memiliki banyak pesaing, tapi perseroan menganggap kompetisi di pasar asuransi Tanah Air berjalan sehat.

Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Peter Van Zyl mengatakan, pihaknya telah bergerak memberikan pelayanan di bidang asuransi sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Selain itu, pasarnya pun memiliki banyak pemain.

"Tapi saya pikir itu bagus, sehingga membuat kompetisi semakin relevan dan membuat perusahaan asuransi juga relevan dalam mengelola keberlanjutan bisnisnya. Itu kemudian membuat perseroan memahami apa kebutuhan konsumer," ungkap dia saat berbincang dengan Liputan6.com di kantornya, Jakarta, Jumat 22 Februari 2019.

Selain itu, ia pun memuji keberadaan lembaga seperti Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mau berperan serta dalam menjaga agar persaingan di pasar asuransi Tanah Air tetap berjalan baik.

"Saya pikir sektor industri ini well regulated. Di sisi lain juga ada asosiasi yang mau berinteraksi langsung dengan pemain di pasar asuransi nasional," ujar dia.

Untuk mengikuti perkembangan pasar asuransi di Indonesia, Pieter melanjutkan, Allianz Utama Indonesia memiliki salah satu strategi besar untuk mempelajari perilaku para konsumennya.

"Saya pikir kita harus berjalan beriringan dengan insurance literacy, mengerti kebutuhan dari pasar asuransi, dan memiliki financial literacy (wawasan keuangan). Jadi kami dan pihak pelaku industri terus mendukung penuh adanya edukasi terkait kebutuhan industri asuransi dan financial literacy," tutur dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait