Pengusaha Mal Klaim Belanja Online Tak Pengaruhi Omzet

Oleh Pramita Tristiawati pada 23 Feb 2019, 18:57 WIB
Orang belanja online

Liputan6.com, Banten - Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Banten membantah bila belanja online berpengaruh pada sepinya pusat belanja di Banten. 

Justru sebaliknya, kini tren belanja online terhubung dengan semua barang yang ada di dalam mal. Menurut APPBI Banten, saat ini 95 persen masyarakat Indonesia, masih tetap menggemari belanja offline atau langsung berkunjung ke toko. 

"Jadi kalau kita lihat e-commerce sendiri sekarang ini, yang saya lihat clik balik ke mal, atau beli di online ambilnya di mal," kata Ketua DPD APPBI Banten, Heru Nasution di acara Gathering Mal, APPBI Banten, di Green Office Park BSD, Tangerang, Sabtu (23/2/2019).

Masyarakat masih sedang berbelanja dengan melihat dan mencoba langsung barang yang akan dibeli, merupakan salah satu alasan utama kenapa mal kembali bergairah saat ini. 

"Clik and break semua balik ke mal, karena kalau beli mereka enggak bisa lihat langsung, jadi sebenarnya pasar kita masih senang melihat dan mencoba dulu barangnya, ketika oke, baru dia beli," kata Heru. 

 

2 of 2

Selanjutnya

Meski begitu, dia mengaku ada sejumlah mal dan pusat belanja di Banten yang sepi. Akan tetapi hal itu, lebih disebabkan karena permasalahan tata kelola mal atau managemen di dalamnya. 

"Mal yang enggak berhasil bukan karena online tapi karena manajemen. Justru sekarang di Indonesia 95 persen masih di offline,” ujar dia. 

Menurut catatan APPBI, saat ini alasan masyarakat berkunjung ke mal karena untuk nonton di bioskop. Selanjutnya makan bersama teman, orang terkasih dan keluarga. Terakhir barulah berbelanja. 

"Pertama itu ke cinema, tadinya saya kira kuliner, ternyata kuliner itu kedua. Sekarang ini orang ingin ke mal karena mau nonton. Jadi mal harus berinovasi membuat sesuatu yang lebih disenangi disukai masyarakat,” kata dia. (Pramita Tristiawati) 

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓