Punya Banyak Pesaing, Allianz Nilai Kompetisi Pasar Asuransi di RI Sehat

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 22 Feb 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 22 Feb 2019, 17:15 WIB
20160217-Ilustrasi Asuransi-iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta - PT Asuransi Allianz Utama Indonesia menilai, pasar asuransi di Indonesia dalam kondisi sangat stabil. Meski kini memiliki banyak pesaing, tapi perseroan menganggap kompetisi di pasar asuransi Tanah Air berjalan sehat.

Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Peter Van Zyl mengatakan, pihaknya telah bergerak memberikan pelayanan di bidang asuransi sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Selain itu, pasarnya pun memiliki banyak pemain.

"Tapi saya pikir itu bagus, sehingga membuat kompetisi semakin relevan dan membuat perusahaan asuransi juga relevan dalam mengelola keberlanjutan bisnisnya. Itu kemudian membuat perseroan memahami apa kebutuhan konsumer," ungkap dia saat berbincang dengan Liputan6.com di kantornya, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Selain itu, ia pun memuji keberadaan lembaga seperti Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mau berperan serta dalam menjaga agar persaingan di pasar asuransi Tanah Air tetap berjalan baik.

"Saya pikir sektor industri ini well regulated. Di sisi lain juga ada asosiasi yang mau berinteraksi langsung dengan pemain di pasar asuransi nasional," ujar dia.

Untuk mengikuti perkembangan pasar asuransi di Indonesia, Pieter melanjutkan, Allianz Utama Indonesia memiliki salah satu strategi besar untuk mempelajari perilaku para konsumennya.

"Saya pikir kita harus berjalan beriringan dengan insurance literacy, mengerti kebutuhan dari pasar asuransi, dan memiliki financial literacy (wawasan keuangan). Jadi kami dan pihak pelaku industri terus mendukung penuh adanya edukasi terkait kebutuhan industri asuransi dan financial literacy," tutur dia.

 

2 dari 2 halaman

Allianz Sasar Milenial Sebagai Target Pasar Asuransi Syariah

Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)
Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)

Sebelumnya, unit usaha syariah dari PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yaitu Allianz Life Syariah, menjadikan generasi milenial sebagai target pasar utama dari asuransi syariah. Hal ini mengingat jumlah generasi milenial yang belum menjadi peserta asuransi masih cukup besar.

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joos Louwerier mengatakan, beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi mengenai asuransi syariah secara rutin dan membuka akses seluas-luasnya bagi para milenial yang ingin memperdalam pemahaman mengenai asuransi syariah.

"Kami terus mengembangkan produk serta layanan asuransi syariah untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Ke depannya, Allianz Life Syariah akan merangkul generasi milenial sebagai mitra bisnis untuk memberikan peluang bagi mereka mengembangkan bisnis sendiri, membawa perubahan positif dan berbagi kebaikan dengan sesamanya," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 1 Agustus 2018.

Menurut dia, mitra bisnis adalah salah satu kunci bagi perusahaan dalam mewujudkan strategi pertumbuhan. Berdasarkan pada hasil riset yang dilakukan oleh Accenture (Customer Segmentation Indonesia) dan Nielsen (Understanding Indonesian Millennials & Online Shopper) generasi milenial memiliki potensi yang besar bisnis asuransi jiwa ke depannya.

"Namun demikian, untuk dapat menarik minat mereka, maka dibutuhkan pendekatan yang tepat serta mengutamakan peningkatan pemahaman terlebih dulu sehingga tidak serta merta menawarkan produk asuransi," kata dia.

Sementara itu, Perwakilan Syariah Allianz Life Indonesia Srikandi Utami menyatakan, salah satu hal menarik dari studi Accenture yaitu, kebanyakan milenial tidak ingin dirinya menjadi beban finansial keluarga apabila dirinya mengalami dampak dari risiko dalam hidup.

Inilah alasan asuransi syariah yang mengutamakan prinsip tolong menolong antar anggotanya menjadi sangat relevan bagi milenial.

“Pengertian asuransi syariah masih banyak disalahartikan oleh masyarakat luas, dan peran mitra bisnis di sini sangat penting untuk mendukung edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas. Perlindungan berbasis syariah ini dapat dimiliki oleh siapapun tanpa memandang status sosial dan keyakinan yang dipeluknya," jelas dia.

Untuk mendukung tujuan memperkuat posisi di dalam potensi segmen pasar milenial, Allianz Life Syariah memiliki keselarasan strategi dengan Allianz Life konvensional dalam memberikan fasilitas pelayanan berbasis digital baik kepada mitra bisnis dan nasabah.

Beberapa inisiatif yang sudah dilakukan adalah dengan menyediakan platform layanan pengajuan asuransi, pelayanan terkait informasi polis dan klaim yang dapat dilakukan secara online.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait