Bos Garuda: Harga Avtur Turun Berdampak Positif untuk Maskapai

Oleh Bawono Yadika pada 18 Feb 2019, 09:45 WIB
Diperbarui 18 Feb 2019, 10:14 WIB
Garuda Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Garuda Tbk Ari Askhara menyambut baik keputusan PT Pertamina (Persero) menurunkan harga avtur dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp 7.960 per liter.

Harga ini lebih rendah sekitar 26 persen dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sebesar Rp 10.769 per liter.

"Bentuk penurunan komponen biaya pastinya akan ber-impact positif buat maskapai penerbangan," ujarnya saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (18/2/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) ini mengaku berterima kasih kepada Pertamina yang pada Sabtu (16/2) lalu secara resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis avtur tersebut.

"Dan atas hal itu kami berterima kasih kepada Pertamina karena ini merupakan aksi nyata Perseroan atas kepedulian secara langsung kepada industri penerbangan," ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya tidak menjabarkan lebih dalam seberapa jauh kemungkinan penurunan harga tiket pesawat atas aksi penurunan harga avtur oleh PT Pertamina (Persero) itu.

"Ya itu kan karena komposisi biaya masing-masing segmen kan juga berbeda-beda," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Menhub: Harga Avtur Turun Tiket Pesawat Bakal Lebih murah

Menhub Budi Tinjau Progres Revitalisasi Stasiun Manggarai
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Merdeka.com/Imam Buhori)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin maskapai penerbangan akan menurunkan harga tiket pesawat. Hal tersebut terjadi setelah PT Pertamina (Persero) menurunkan harga avtur.

Budi mengatakan, komponen pembentukan harga tiket pesawat adalah avtur, dengan adanya penurunan harga avtur yang dilakukan Pertamina, diharapkan dapat menurunkan harga tiket pesawat.

"Hari ini saya dengar ada penurunan avtur, jadi ada suatu hal yang konstruktif dimana avtur turun maka tarif turun," kata Budi, di Kemandoran, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Penurunan harga avtur Pertamina merupakan buah dari penerapan formula harga avtur yang tercantum dalam Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

"Penurunan avtur kalau tidak salah sekitar 8 persen, yang mengeluarkan penurunan harga itu Menteri ESDM," tuturnya.

Keyakinan Budi terhadap penurunan harga tiket pesawat pun bertambah, setelah Garuda Indonesia menurunkan harga tiket. Menurutnya keputusan maskapai penerbangan plat merah tersebut akan diikuti maskapai penerbangan lain.

"Saya mengapresiasi Garuda sudah menurunkan tarifnya sebanyak 20 peresen. Tentu memerlukan suatu perjuangan. Sebagai mekanisme bisnis biasanya Garuda sebagai market leader kalau Garuda turun yang lain turun," ‎paparnya.

Namun Budi mengaku, sebagai regulator tidak bisa melakukan intervensi harga tiket, sebab itu dirinya menyerahkan penetapan besaran harga tiket melaui mekanisme pasar.

‎"Saya regulator sebenarnya hanya mengatur batas atas batas bawah, sekarang mereka itu masih dalam range batas atas batas bawah. Tetapi ini memang ada komplain masyarakat karena selama ini ada di batas bawah ke batas atas oleh karenanya dialog dilakukan,"tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Miliarder Ini Rela Jual Bisnis demi ke Bulan