Hobi Nyanyi? Ini Cara Go International

Oleh Fitriana Monica Sari pada 18 Feb 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:55 WIB
Agnez Mo

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu impian terbesar seorang musisi adalah mampu membawa musiknya ke kancah internasional. Namun, keinginan ini tidak mudah diwujudkan karena musisi Indonesia harus mampu bersaing dengan ratusan bahkan ribuan musisi yang ada di seluruh dunia.

Belum lagi adanya perbedaan selera musik di Indonesia dengan di luar negeri yang semakin menyulitkan musisi Tanah Air untuk menembus pasar internasional. Nama musisi seperti Agnes Monica, Anggun, dan Rich Bryan telah sukses go international.

Mereka berhasil sukses karena musik yang mereka berikan diterima oleh masyarakat dunia. Lalu, apa saja tips agar bisa go international? Simak di bawah ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Be Authentic!

Menjadi diri sendiri adalah kunci yang akan membawa seseorang untuk meraih sukses, termasuk di dunia musik. Ciptakan suatu karya original yang jadi ciri khas musik Anda.

Jangan pernah menjiplak karya orang lain jika Anda tidak ingin dicap sebagai plagiat. Menciptakan sesuatu yang original memang tidak mudah.

Namun, Anda bisa melakukan observasi untuk mengetahui selera musik yang lagi digandrungi oleh masyarakat. Tentukan pula terget usia dari musik yang Anda perkenalkan untuk memudahkan proses branding dan marketing.

2 dari 4 halaman

2. Menyiapkan Lirik Lagu Bahasa Inggris

Agnez Mo
Fans beri dukungan penuh untuk Agnez Mo dan album internasionalnya. (Instagram Agnez Mo)

Lirik lagu menjadi poin yang tak kalah penting karena bahasa Inggris menjadi bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia. Musisi Indonesia perlu menyiapkan lirik lagu dalam bahasa Inggris agar masyarakat dunia mengetahui makna dari lagu yang dinyanyikan.

Penggunaan kata di dalam lirik lagu juga perlu diperhatikan. Jangan terkesan terlalu rigid agar lagu lebih enak didengar.

Musisi Indonesia harus memerhatikan penggunaan tata bahasa yang tepat untuk menyampaikan inti dari lagu. Hindari penggunaan tata bahasa atau grammar yang salah agar lagu tidak disalahartikan oleh masyarakat di luar negeri.

3. Sesuaikan dengan Genre Musik Barat

Genre atau jenis musik barat sangat variatif. Ada genre pop, R&B, dan lain sebagainya. Musisi Indonesia harus mampu menyesuaikan genre musik yang ingin dibawakan dengan jenis musik yang ada di luar negeri.

Guna memastikan apakah genre musik sesuai, tentukan terget pasarnya terlebih dahulu. Jika target pasar adalah anak muda di bawah umur 30 tahun, genre musik pop dan R&B bisa jadi pertimbangan.

Dalam urusan genre, musisi Indonesia bisa saja menambahkan iringan alat musik tradisional khas negeri Tanah Air. Namun dengan syarat, perpaduan musik modern dan tradisional harus menyatu agar tidak terdengar aneh di telinga.

3 dari 4 halaman

4. Kolaborasi dengan Musisi Luar Negeri

[Bintang] Agnez Mo - Chris Brown
Sementara itu ada netizen yang meragukan tentang putusnya hubungan Wijin dengan Agnez Mo karena Chris Brown. Hal tersebut dikarenakan Agnez Mo yang kerap berduet dengan musisi Hollywood. (instagram/chrisbrownofficial)

Agar musik yang dibawakan semakin dikenal oleh masyarakat luas, musisi Indonesia perlu melakukan kolaborasi dengan musisi luar negeri.

Misalnya kolaborasi antara Agnes Monica dan Chris Brown dalam musik terbarunya yang bebeberapa bulan lalu sempat menjadi trending topic di platform media sosial, seperti Twitter dan YouTube.

Kolaborasi mendatangkan banyak keuntungan bagi seorang musisi. Selain lebih dikenal, musisi tersebut memiliki kesempatan untuk manggung di ajang pergelaran musik internasional, seperti American Music Awards.

5. Mempunyai Branding yang Bagus

Musik yang bagus sekalipun tampaknya sulit dikenal oleh masyarakat jika tidak disertai dengan branding yang tepat. Musisi Indonesia berhak menembus kancah internasional karena memiliki taste musik yang khas.

Selain itu, konten visualnya juga sangat berkualitas. Chris Brown sendiri mengakui hal ini pada video klip Overdose yang dirilis oleh Agnes Monica beberapa waktu lalu.

Dalam melakukan branding, seorang musisi tidak perlu berkoar-koar di banyak media untuk memperkenalkan musik terbarunya. Cukup memilih satu atau dua media besar saja agar musik tidak terkesan pasaran dan murahan, sehingga masyarakat semakin penasaran dengan musik yang dirilis.

 

4 dari 4 halaman

6. Menyiapkan Modal Secukupnya

Good News Today: Kabar Gembira THR, THR PNS, Harga Bawang Turun
Ilustrasi uang. (via: istimewa)

Merilis satu lagu membutuhkan biaya yang besar karena musisi harus membayar editor, sutradara, hingga model video klip. Maka dari itu, seorang musisi harus memikirkan konsep musik yang akan dirilis secara detail agar proses pengambilan gambarnya tidak menghabiskan banyak waktu dan biaya.

Guna menghemat biaya, musisi bisa meminta bantuan sponsorship. Namun, mencari sponsorship menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi seorang musisi karena sistemnya cukup rumit.

Jika tidak ingin rumit, sebaiknya danai musik Anda dengan modal sendiri sehingga hasilnya juga bisa dinikmati sendiri.

Kumpulkan Keberanian dan Tembus Pasar Luar Negeri

Tentu saja, kesulitan yang dihadapi untuk menembus pasar internasional itu dua kali lipat lebih sulit daripada pasar lokal. Namun dengan kerja keras, usaha, kegigihan, dan beberapa tips tersebut, keinginan untuk go international bukan hal yang mustahil.

Perkenalkan musik kepada masyarakat luas dengan berani dan percaya diri. Urusan musik diterima atau tidak itu menjadi poin nomor dua, yang penting Anda sudah mencoba melakukan yang terbaik.

Lanjutkan Membaca ↓