Sambut Valentine, Omzet Penjual Bunga di Pasar Rawa Belong Malah Lesu

Oleh Athika Rahma pada 14 Feb 2019, 12:15 WIB
Diperbarui 14 Feb 2019, 13:17 WIB
(Foto: Liputan6.com/Athika R)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Valentine atau hari kasih sayang biasanya dimanfaatkan bagi sejumlah pedagang bunga untuk mendapatkan pendapatan lebih.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, para penjual mengklaim tidak mendapatkan peningkatan omzet seperti yang diharapkan.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang penjual bunga yang sudah berjualan lebih dari 10 tahun di Pasar Bunga Rawa Belong. Pak Min (63) menuturkan, dirinya biasanya mendapatkan setidaknya Rp 3 juta dari hasil berjualan bunganya. Namun kini, ia hanya meraup untung Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu saja.

"Ya dulu sempat ramai sekali, banyak yang beli, langganan biasanya ambil banyak. Tapi sekarang sudah berkurang, padahal saya target omzet lebih dari Rp 3 juta, tapi enggak mungkin kayaknya. Sekarang stabil di angka ratusan saja," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (14/2/2019).

Hal yang sama diungkapkan oleh Rudi (21), pedagang bunga aster. Ia berujar bunga-bunga hanya laku saat Valentine saja, itupun peningkatannya tidak terlalu signifikan dari hari biasa.

"Kalau aster enggak terlalu banyak yang beli, mungkin pada minatnya ke bunga mawar. Tapi kalau saya memang stabil, Valentine begini juga stabil saja," ungkapnya.

Rata-rata harga bunga mawar di Pasar Rawa Belong dibanderol sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per ikatnya. Sedangkan untuk per tangkainya, bunga mawar dihargai sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu.

Hingga saat ini, para pedagang pasar bunga belum dapat memastikan hingga kapan bunga-bunga mereka akan laku terjual. Para pedagng pun tidak terlalu berharap mendapatkan untung yang besar. Mereka mengklaim, hanya pedagang tertentu saja yang bisa kebanjiran order.

"Soalnya sudah punya langganan sendiri-sendiri, jadi ya kita enggak terlalu berharap juga. Ini saja kalau bunga asternya enggak laku dan layu biasanya ada yang ambil, dimanfaatkan buat hal lain," ungkap Rudi.

 

2 of 2

Penjualan Bunga Mawar di Pasar Rawa Belong Melonjak di Hari Valentine

Pasar Bunga Rawa Belong. Liputan6.com/Athika Rahma
Pasar Bunga Rawa Belong. Liputan6.com/Athika Rahma

Sebelumnya, hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari 2019, membuat sejumlah pedagang bunga di Pasar Bunga Rawa Belong kebanjiran pembeli. Permintaan bunga segar meningkat hingga 2-3 kali lipat dari hari biasa.

Rofi (23), pedagang bunga mawar mengaku lapaknya diburu pembeli sejak dua hingga tiga hari menjelang Valentine. Ini terutama untuk bunga mawar.

Dia menjual bunga mawar dengan harga bervariasi per bucket. Jika biasanya Rp 70 ribu per bucket, menjelang Valentine harganya naik menjadi Rp 90 ribu per bucket. Khusus untuk mawar merah, harganya bisa mencapai Rp 100 ribu per bucket.

"Untuk mawar kita naik biasanya Rp 70 ribu jadi Rp 90 ribu. Kalau mawar merah jadi Rp 100 ribu karena banyak yang pesan," ujarnya kepada Liputan6.com di Pasar Rawa Belong, Kamis 14 Februari 2019.

Rofi mengungkapkan jika permintaan pasar akan bunga segar cenderung stabil, hampir sama seperti Valentine tahun lalu. Namun, ia tidak dapat memastikan jumlahnya. Yang jelas, ia tidak begitu merasakan perbedaan omzet yang signifikan.

Dia tidak dapat memperkirakan hingga kapan bunga jualannya bakal ludes terjual. Berkaca dari tahun lalu, ketahanan permintaan bunga hanya sampai pada hari H Valentine.

"Sekarang nggak tahu sampai kapan datang pesanan. Kalau kemarin sih cuma sampai hari Valentinenya aja," ungkapnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓