Harga Minyak Naik 1 Persen Usai Arab Saudi Janji Potong Produksi Lebih Banyak

Oleh Arthur Gideon pada 13 Feb 2019, 06:15 WIB
Diperbarui 13 Feb 2019, 07:17 WIB
Ilustrasi tambang migas

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada penutupan perdagaangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga minyak ini karena organisasi pengekspor minyak (OPEC) menunjukkan realisasi pemotongan produksi Januari dan juga janji Arab Saudi untuk mengurangi produksi lebih banyak pada Maret.

Mengutip Reuters, Rabu (13/2/2019), harga minyak mentah berjangka Brent naik 91 sen atau 1,5 persen menjadi USD 62,42 per barel. Sedangkan untuk harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 69 sen atau 1,3 persen menjadi USD 53,10 per barel.

Harga minyak naik pasca data dari American Petroleum Institute (API) yang merupakan sebuah kelompok industri minyak dan gas di AS, menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS secara tak terduga turun.

Persediaan minyak mentah AS turun 998 ribu barel dalam pekan yang berakhir pada 8 Februari menjadi 447,2 juta barel. Sedangkan sebelumnya, para analis memperkirakan bahwa justru terjadi kenaikan stok sebesar 2,7 juta barel.

Selain itu, pendorong kenaikan harga minyak juga karena pemotongan produksi yang cukup efektif yang telah dan akan dilakukan oleh OPEC dan beberapa negara sekutu seperti Rusia.

Selama ini memang terjadi kenaikan produksi dari negara di luar OPEC. Namun adanya pemangkasan produksi dari OPEC dan sekutu ini setidaknya bisa megurangi pasokan minyak mentah di dunia di saat permintaan juga sedang melemah.

OPEC mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah mengurangi produksi minyak hampir 800 ribu barel per hari pada Januari menjadi 30,81 juta barel per hari di bawah pakta sukarela.

 

2 of 3

Arab Saudi

Ilustrasi tambang migas
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan kepada Financial Times bahwa negara itu akan memangkas produksi menjadi sekitar 9,8 juta barel per hari pada Maret untuk meningkatkan harga.

Sebagai bagian dari kesepakatan OPEC, negara itu berjanji akan memangkas produksi menjadi sekitar 10,3 juta barel per hari.

"Pasar melihat laporan OPEC, angka OPEC sendiri, dan Arab Saudi menurunkan angka produksi memberikan napas segar kepada harga minyak," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

Investor juga berharap bahwa putaran baru perundingan AS-China minggu ini akan membawa kedua pihak menyelesaikan perang perdagangan. Saat ini tengah tetrjadi perundingan yang berlangsung hingga berlangsung sebelum tenggat waktu 1 Maret.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓