BEI Ingin Dana Pensiun Alokasikan Investasi Saham Capai 20 Persen

Oleh Bawono Yadika pada 08 Feb 2019, 20:32 WIB
20151117-Pasar-Modal-Jakarta-AY

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengoptimalkan berbagai upaya dan kerja sama khusus pada 2019. Ini untuk meningkatkan jumlah investor saham baik investor ritel dan institusi di pasar modal.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menuturkan, pihaknya kini bekerja sama dengan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggenjot jumlah investor sebesar 20 persen dari total dana kelolaan dana pensiun (dapen) untuk dialokasikan ke instrumen saham.

"Sudah ada kerja sama antara BEI dengan asosiasi dana pensiun. Kemarin kita juga sudah menjalin MoU dengan pengelola reksa dana. Jadi kita akan menyasar calon-calon investor institusi baik di instrumen saham maupun lainnya, terutama misalnya reksa dana," imbuhnya di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Dia menjelaskan, tujuan kerja sama dengan ADPI ini guna memberikan pemahaman yang baik terhadap industri pasar modal terutama pentingnya berinvestasi di bursa saham. Selama ini, kata dia, keterlibatan ADPI masih terbilang minim sebagai investor institusi.

"Selain menyasar investor domestik ritel, kita juga bersama institusi potensial investor sudah mendekatkan diri. Jadi pemahaman pengurus, pembina dan pemilik dana pensiun tidak dibiarkan menjadi investor yang tidak berpemahaman. Kita juga lakukan serangkaian kegiatan sosialisasi," ujar dia.

Sementara itu, porsi alokasi dana pensiun (dapen) di pasar modal saat ini baru mencapai 11 persen dari yang ditargetkan mencapai 20 persen pada 2019. Pihaknya mengaku berkomitmen penuh untuk mendongkrak jumlah investor saham pada 2019.

"Kita berikan pemahaman bahwa kalau raising-nya tahun ini harusnya di angka minimal 20 persen dari alokasi, karena sekarang baru sekitar 11 sampai 12 persen," ujar dia.

 

2 of 2

Jurus BEI Gaet 1 Juta Investor Saham pada Semester I 2019

Ciptakan Investor Pasar Modal Berkualitas Lewat Kompetisi Saham
Direktur Mandiri Sekuritas Lisana Irianiwati saat melihat peserta kompetisi Trading Challenge 2017 di bursa efek indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi ini diikuti oleh 120 pesera se-Jabodetabek. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalankan berbagai cara guna mendorong kenaikan jumlah investor di bursa saham Indonesia. BEI menargetkan jumlah investor saham berdasarkan single investor identification (SID) sebanyak 1 juta investor pada semester I 2019.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menjelaskan, pada saat ini jumlah investor saham telah mencapai 880 ribu SID. BEI mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi guna mencapai target 1 juta investor.

"Ini sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum. Kita berharap banyak di tahun ini semester akhir jumlah investor SID saham sejumlah 1 juta SID saham," ujarnya di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

BEI akan mengoptimalkan segala kanal distribusi dan literasi untuk memenuhi target 1 juta investor itu. Kata dia, sinergi antar platform akan terus ditingkatkan pada tahun ini.

"Jadi kita akan lakukan kerja sama yang baik dan mengoptimalkan distribusi kanal-kanal informasi yang ada di kita. Itu kita punya media, ada tv bursa yang terus lakukan literasi dan inklusi. Kemudian ada kantor perwakilan daerah yang secara reguler dipusat melakukan sekolah pasar modal," imbuhnya.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan, BEI akan menggandeng komunitas serta memanfaatkan galeri investasi untuk meningkatkan jumlah investor saham di pasar modal.

"Kemudian kita juga punya galeri investasi yang tahun lalu sudah mencapai angka 412. Selain menyasar investor domestik ritel, kita juga bersama institusi potensial investor juga sudah mendekatkan diri. Sudah ada kerja sama antara BEI dengan asosiasi dana pensiun," pungkasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓