Kementerian PUPR Bakal Bangun 9 Bendungan Senilai Rp 21 Triliun Tahun Ini

Oleh Bawono Yadika pada 30 Jan 2019, 15:45 WIB
(Foto: Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 9 bendungan pada tahun ini. Dua dari sembilan bendungan tersebut akan berlokasi di wilayah Sulawesi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan, pembangunan 9 bandungan tersebut menelan biaya sekitar Rp 21 triliun.

"Kebutuhan investasi ini kira-kira Rp 21 triliun untuk 9 bendungan. Dengan skema multiyear selama 4 atau 5 tahun. Tahun 2024 atau 2023-lah itu bisa diselesaikan," ujarnya di Kementerian PUPR, Rabu (30/1/2019).

Adapun bendungan tersebut antara lain Bendungan Mbay Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Jenelata Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, dan Bendungan Pelosika Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kemudian Bendungan Jragung Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah, Bendungan Riam Kiwa Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Bendungan Tiro Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Bendungan Budong-Budong Provinsi Sulawesi Barat, Bendungan Ameroro Provinsi Sulawesi Tenggara, Bendungan Tiu Suntuk Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sebagai informasi, untuk mendukung ketahanan pangan dan air sebagai Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kementerian PUPR pada periode 2015-2019 membangun 65 bendungan.

Itu terdiri dari 15 bendungan yang telah selesai, 41 bendungan ongoing, dan 9 bendungan sesuai tahun anggaran (TA) 2019.

2 of 2

Bendungan Mila Pasok Air ke 1.689 Ha Lahan Irigasi di Dompu

(Foto: Dok Kementerian PUPR)
Bendungan Mila di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) (Foto: Dok Kementerian PUPR)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia, termasuk di Kawasan Timur Indonesia. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kementerian PUPR membangun lima bendungan yakni Tanju, Mila, Bintang Bano, Beringin Sila dan Meninting.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kunci pembangunan di NTB adalah ketersediaan air. "Dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam," jelasnya, Jumat (18/1/2019).

Sebanyak dua bendungan di Kabupaten Dompu sudah diselesaikan konstruksinya, yakni Bendungan Tanju dan Mila. Bendungan Tanju telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 30 Juli 2018 lalu dan Bendungan Mila pada Kamis (17/1/2019), usai dilakukan impounding atau penggenangan awal oleh Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi yang ditandai dengan penekanan tombol sirene yang diikuti penutupan saluran pengelak bendungan.

Dalam sambutannya, Hari Suprayogi menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Dompu yang telah mendukung penyelesaian Bendungan Mila.

"Kehadiran Bendungan Mila akan melengkapi Bendungan Tanju yang merupakan bagian dari Sistem Irigasi Rababaka Komplek," ungkap dia.

Bendungan Mila merupakan bendungan multifungsi untuk mendukung kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja, sehingga Indeks Pertanaman diharapkan meningkat dari 186 persen menjadi 300 persen.

Adapun bendungan dengan tipe urugan zona inti tegak setinggi 36 m ini memiliki kapasitas tampung sebesar 6,73 juta m3 dengan luas genangan 99 hektar.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait