Biaya Bangun Tol Atas Laut Balikpapan Ditaksir Minimal Rp 10 Triliun

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 25 Jan 2019, 18:20 WIB
Diperbarui 27 Jan 2019, 18:13 WIB
Jalan Tol Bali Mandara - Indonesia.

Liputan6.com, Bekasi - PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana membangun jalan tol atas laut yang menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser di Kalimantan Timur.

Saat ini Waskita Karya telah menyelesaikan Feasibility Study (FS) yang hasilnya disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra mengaku dengan tingkat kompleksitas yang cukup tinggi, biaya pembangunan tol atas laut Balikpapan ditaksir cukup tinggi.

"Jalan tol ini kira-kira panjangnya sekitar 5-6 kilo meter. Investasinya masih dihitung, yang jelas lebih dari Rp 10 triliun," kata I Gusti di Bekasi, Jumat (25/1/2019).

Alasan Waskita Karya ingin membangun jalan tol atas laut antara Balikpapan-Penajam ini karena melihat pergerakan kendaraan ke dua wilayah tersebut yang cukup padat.

Selama ini semua pergerakan kendaraan diakses melalui jalur laut. Dengan adanya jalan tol atas laut ini harapannya pertumbuhan ekonomi di dua wilayah tersebut lebih cepat.

"Masyarakat sudah saatnya butuh jalan. Karena selama ini via laut," tegas dia.

Berbeda dengan jalan tol atas laut di Bali, pembangunan di Balikpapan ini akan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Hal ini dikarenakan kondisi dasar air laut lebih dalam jika dibandingkan jalan tol di Bali.

"Itu kalau di Bali kan rawa, airnya rendah. Kalau ini seperti Suramadu," tegas dia.

2 of 2

RI Bakal Punya Tol Atas Laut Kedua di Balikpapan

tol-atas-laut-131001b.jpg
Ilustrasi Tol Atas Laut. Liputan6.com

PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menginisiasi pembangunan jalan tol atas laut kedua di Indonesia. Jika sebelumnya berlokasi di Bali, tol atas laut selanjutnya akan dibangun di Balikpapan, Kalimantan.

Tol atas laut ini akan menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser di Kalimantan Timur.

Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan saat ini perusahaan telah merampungkan feasibility study. Bahkan hasilnya sudah diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Iya jadi menghubungkan Balikpapan sampai ke Penajam. Panjangnya sekitar 5-6 kilometer," kata I Gusti Ngurah Putra di Bekasi, Jumat (25/1/2018).

Berbeda dengan jalan tol atas laut di Bali, pembangunan di Balikpapan ini memiliki tingkat kesulitan berbeda. Hal ini dikarenakan kondisi dasar air laut lebih dalam jika dibandingkan jalan tol di Bali.

"Itu kalau di Bali kan rawa, airnya rendah. Kalau ini seperti Suramadu," tegas dia.

Alasan Waskita Karya ingin membangun jalan tol atas laut antara Balikpapan-Penajam ini dikarenakan pergerakan kendaraan ke dua wilayah tersebut cukup padat.

Selama ini semua pergerakan kendaraan diakses melalui jalur laut. Dengan adanya jalan tol atas laut ini diharapkan pertumbuhan ekonomi di dua wilayah tersebut lebih cepat.

 

Lanjutkan Membaca ↓