Kemenkeu: Anggaran Seleksi CPNS 2019 Berpotensi Lebih Besar

Oleh Liputan6.com pada 25 Jan 2019, 18:00 WIB
Ilustrasi tes CPNS (4)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Jokowi-JK berencana melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Juni 2019. Penerimaan CPNS tersebut masih dalam rangka pemenuhan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum memadai.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pemerintah belum mengkaji besaran dana yang dibutuhkan untuk pengadaan CPNS tahun ini. Meski demikian, besaran anggaran diprediksi lebih besar dari pada tahun lalu.

"Tampaknya bisa lebih besar, tapi kepastiannya tunggu hasil pembahasan finalnya," ujar Askolani kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (25/1).

Untuk diketahui, tahun lalu anggaran pengadaan CPNS yang diajukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebesar Rp 370 miliar. Anggaran ini telah mencakup seluruh proses pembukaan CPNS.

Askolani melanjutkan, rencana pembukaan CPNS dan anggaran yang dibutuhkan masih akan dibahas bersama Kementerian/Lembaga terkait.

"Masih mau dibahas dulu di lintas Kementerian/Lembaga dalam waktu dekat ini," jelasnya.

 

2 of 2

Selanjutnya

Mengintip Seleksi CPNS 2018 di Gedung Wali Kota Jaksel
Peserta bersiap mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (26/10). Tes SKD CPNS diselenggarakan mulai 26 Oktober hingga 17 November 2018. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso membenarkan ada rencana pembukaan CPNS. Meski demikian, pihaknya belum menerima laporan dari Kemen Pan-RB.

"Kebijakannya dari Kemen Pan-RB dan BKN. Rencana saja, cuma kita belum diberitahu. Yang kemarin udah selesai," ujar Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/1).

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin meluruskan bahwa tes CPNS akan diadakan pada bulan Juni. Di mana sebelumnya dikabarkan akan dilakukan pada Maret.

"Tahun 2019 kita juga akan kembali melaksanakan rekrutmen tapi itu nanti bulan enam," tutur dia pada Kamis (24/1).

Lebih lanjut, ia mengatakan sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi prioritas. "Fokusnya tetap pada tenaga pendidikan dan kesehatan, lebih fokus ke sana," ujarnya.

 

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

 

Lanjutkan Membaca ↓