Bantuan Miliarder Hong Kong ke Korban Gempa Sulteng Dipakai buat Bangun Hunian

Oleh Nurmayanti pada 24 Jan 2019, 11:17 WIB
Diperbarui 24 Jan 2019, 12:18 WIB
Li Ka-shing

Liputan6.com, Jakarta Miliarder Hong Kong Li Kashing bersama CK Hutchison Holdings memberikan dana bantuan kemanusiaan senilai USD 5 juta atau sekitar Rp 75 miliar untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Adapun dana bantuan yang disalurkan melalui Li Kashing Foundation telah terpakai hingga 90 persen sampai Desember 2018. Dengan rincian sebesar Rp 63 miliar digunakan untuk membangun hunian sementara (Huntara) yang tersebar di tiga site di Palu yakni di Petobo, Pacuan Kuda, dan Universitas Tadulako.

Kemudian sebagian dana lainnya dipakai untuk pengadaan fasilitas kesehatan di rumah sakit (RS) di Palu dan fasilitas pengolahan air bersih berkapasitas 10 liter/ detik di daerah Kawatuna, Palu.

Adapun sisa dana bantuan kemanusiaan rencananya digunakan untuk antara lain pembentukan kerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan/ atau lembaga lainnya untuk penyusunan feasibility study dan/ atau detail engineering design untuk penyiapan rekonstruksi infrastuktur serta rekonstruksi fasilitas umum dan/ atau fasilitas sosial di daerah terdampak bencana.

"Kami mendapat laporan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) sebagai pengelola dana bantuan Li KaShing - CK Hutchison bahwa penggunaan dananya sudah terserap dengan baik. Semoga dengan fasilitas hunian sementara dan beberapa fasilitas kesehatan yang disediakan dapat membantu masyarakat Palu-Donggala untuk bangkit menjalani hidup yang lebih baik lagi," jelas RiantiAng, Chief Executive Officer (CEO) Hutchison Port Indonesia (HPI), di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Untuk pengadaan huntara, ditargetkan dibangun sebanyak 48 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 35 unit sudah hampir rampung.

Huntara yang dibangun untuk para korban bencana ini mayoritas berada di site Petoboya itu 33 unit. Site Pacuan Kuda 10 huntara dan site Universitas Tadulako ditargetkan 5 Huntara.

Wilayah Petobo merupakan salah satudaerah yang terparah menjadi korban gempa dan tertimbun lumpur (likuifaksi). Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat sekitar 744 unit rumah di Petobo yang tertimbun lumpur akibat gempa bumi pada 28 September 2018 lalu.

 

 

Kementerian PUPR terus menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. (Foto: Humas Kementerian PUPR)
Ilustrasi hunian sementara di Palu (Foto: Humas Kementerian PUPR)

Rianti juga menyampaikan apresiasinya terhadap PT SMI yang telah berhasil menyalurkan bantuan dari Li KaShing - Hutchison Holdings. Bantuan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Li KaShing - Hutchison Holdings untuk berkontribusi bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Dikatakan jika selama bertahun-tahun, Hutchison Holdings telah menjadi bagian dari kemajuan Indonesia dengan mengembangkan sejumlah usaha yang berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Direktur Jendera lPengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mencari cara dalam mengurangi kesenjangan kebutuhan pendanaan untuk pembangunan yang berorientasi terhadap SDGs, termasuk dalam pembangunan daerah terdampak bencana.

Oleh karenaitu, Pemerintah melalui Kemenkeu memberikan mandat kepada PT SMI mengelola SDG Indonesia One; platform kerjasama pendanaan yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang beriorientasi terhadap pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) di Indonesia.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini mengapresiasikan kepercayaan Li KaShing Foundation - CK Hutchison Holdings kepada pemerintahmelalui platform SDG Indonesia One untuk penanggulangan dampak yang dialami korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.