Michelin Bakal Akuisisi Multistrada, Dua Saham Ini Kompak Menguat

Oleh Agustina Melani pada 23 Jan 2019, 12:31 WIB
Diperbarui 23 Jan 2019, 19:18 WIB
Awal 2019 IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Michelin, perusahaan asal Prancis mengumumkan akan akuisisi 80 persen saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA).

Pengumuman tersebut memberikan katalis positif untuk saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) dan PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS).

Pada sesi pertama perdagangan saham, Rabu (23/1/2019) pukul 11.55 waktu JATS, saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) naik 5,42 persen atau 160 poin ke posisi 3.110 per saham.

Saham IMAS sempat berada di level tertinggi 3.200 dan terendah 2.970 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.066 kali dengan volume perdagangan 88.784 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,6 miliar.

Sementara itu, saham MASA menguat 0,65 persen ke posisi 770 per saham. Saham MASA sempat berada di level tertinggi 800 per saham dan terendah 765 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.295 kali dengan volume perdagangan 601.883. Nilai transaksi harian saham Rp 47 miliar.

Analis PT RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya menuturkan, pelaku pasar merespons positif pengumuman akuisisi saham Multistrada Arah Sarana oleh Michelin. Hal ini ditunjukkan dari pergerakan saham MASA dan IMAS yang positif.

"Iya respons positif. Ini bukan hanya Multistrada saja tetapi juga Indomobil Sukses International yang melalui SPV atau special purpose vehicle punya saham Multistrada. Indomobil akan bukukan gain," ujar Andrey saat dihubungi Liputan6.com.

Berdasarkan data RTI, per 31 Desember 2018, pemegang saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk antara lain Pieter Tanuri sebesar 20,60 persen, PT Central Sole Agency sebesar 16,67 persen, Lunar Crescent International Inc sebesar 14,91 persen dan publik kurang dari lima persen sebesar 47,83 persen.

PT Central Sole Agency ini merupakan anak usaha IMAS dengan kepemilikan saham 100 persen. Sedangkan Lunar Crescent International dimiliki oleh Northstar.

Sebelumnya, Perusahaan Prancis, Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengumumkan akan mengakuisisi atau mengambilalih 80 persen saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) senilai USD 439 juta atau Rp 6,22 triliun.

80 persen saham itu setara 7.346.357.556 saham perseroan termasuk saham-saham yang dimiliki pengendali perseroan Pieter Tanuri.

Andrey menilai, akuisisi saham Multistrada oleh Michelin akan berdampak positif untuk Multistrada ke depan. Dengan akuisisi tersebut, ada sinergi antara Michelin dan Multistrada. Apalagi Michelin merupakan salah satu pemain ban terbesar di dunia.

"Michelin punya expertise yang bagus. Ini bisa meningkatkan kinerja," ujar Andrey.

Ia menambahkan, masuknya Michelin ke Multistrada juga menunjukkan kalau industri manufaktur Indonesia masih menjanjikan. Apalagi perusahaan ban di Indonesia ini memiliki target untuk ekspor dan domestik. Dengan kehadiran Michelin, menurut Andrey dapat berdampak positif untuk kedua perusahaan.

"Sebelumnya ada Hankook yang mau masuk. Ini indikasi kepercayaan industri manufaktur terutama otomotif. Dengan ada sinergi diperkirakan potensi sinergi USD 70 juta, kalau menurut Michelin. Ini sinergi cukup tinggi, " tutur dia.

Selain itu, ia menilai, Michelin membeli saham Multistrada dengan harga premium. Michelin merogoh kocek sekitar USD 439 juta atau sekitar Rp 6,22 triliun.

"Kalau kami hitung sekitar 850 per saham. Ini 11 persen lebih tinggi dari penutupan kemarin dengan 1,7 kali pbv,” ujar Andrey.

Andrey prediksi, saham Multistrada dan Indomobil Sukses International masih menguat hingga penutupan perdagangan saham dengan ada pengumuman akuisisi dari Michelin.

 

2 of 2

Michelin Bakal Akuisisi 80 Persen Saham

IHSG 30 Mei 2017 Ditutup Melemah 0,33 Persen
Sepanjang perdagangan hari ini (30/5), IHSG bergerak pada kisaran 5.693,39 - 5.730,06, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perusahaan Prancis, Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi atau mengambilalih 80 persen saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) senilai USD 439 juta atau Rp 6,22 triliun.

80 persen saham itu setara 7.346.357.556 saham perseroan termasuk saham-saham yang dimiliki pengendali perseroan Pieter Tanuri. Berdasarkan data RTI, per 31 Desember 2018, pemegang saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk antara lain Pieter Tanuri sebesar 20,60 persen, PT Central Sole Agency sebesar 16,67 persen, Lunar Crescent International Inc sebesar 14,91 persen dan publik kurang dari lima persen sebesar 47,83 persen.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ditulis Rabu 23 Januari 2019, nilai perusahaan tersebut sebesar USD 700 juta atau sekitar Rp 9,93 triliun (asumsi kurs Rp 14.187 per dolar Amerika Serikat).

Untuk penyesuaian penyelesaian tertentu dalam perjanjian jual beli saham, Michelin akan membayar kepada para penjual senilai USD 439 juta atau sekitar Rp 6,22 triliun.Penandatangan perjanjian jual beli saham itu dilakukan pada 22 Januari 2019.

Lewat transaksi ini, Michelin akan memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia yang sangat menjanjikan tetapi didominasi produk lokal dengan mengambil alih pabrik lokal yang sangat kompetitif. Hal itu dengan fasilitas berkualitas baik serta kapasitas produksi yang tersedia dengan segera.

PT Multistrada Arah Sarana mencatatkan kapasitas produksi lebih dari 180 KT berupa 11 juta ban mobil penumpang, 9 juta ban kendaraan roda dua dan 250 ribu ban truk. Perseroan menghasilkan penjualan bersih sebesar USD 281 juta pada 2017.

Melalui transaksi tersebut, Michelin juga akan mengambilalih 20 persen saham di perusahaan ritel PT Penta Artha Impressi (Penta) dalam kemitraan dengan Indomobil dan investor swasta yang akan meningkatkan pemasaran dan penjualan merek grup Michelin. Ini memungkinkan Michelin untuk mendapatkan akses signifikan ke pasar utama dan berada dalam posisi tepat untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan dan perluasan pasar di masa depan.

"Pengambilalihan Multistrada merupakan suatu peluang yang bagus bagi Michelin untuk memperluas operasinya di Indonesia. Negara dengan populasi terpadat di Asia Tenggara dan dengan segera mendapatkan kapasitas produksi yang kompetitif dan berkualitas baik tanpa harus membangun fasilitas manufaktur baru," tutur  Chief Executive Officer Grup Michelin, Jean-Dominique Senard, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Sementara itu, Presiden Direktur Multisrada Pieter Tanuri menuturkan, pihaknya mengapresiasi apa yang diraih bersama Multistrada.

Perseroan percaya Michelin merupakan mitra ideal untuk membawa Multistrada maju ke era pertumbuhan dan kesuksesan yang baru untuk kepentingan seluruh pemangku kepentingan dan para karyawan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓