Jelang Panen Raya Jagung, Pemerintah Siapkan 900.000 Unit Pengering

Oleh Liputan6.com pada 22 Jan 2019, 18:29 WIB
Diperbarui 22 Jan 2019, 19:17 WIB
Mobil pengering jagung (Mobile Corn Dryer). Foto: Liputan6.com/Septian Deny)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengumpulkan sejumlah menteri untuk menggelar rapat koordinasi mengenai panen raya jagung akan terjadi pada akhir Februari hingga Maret tahun ini.

Hasilnya, dalam rapat tersebut diputuskan pemerintah akan menyediakan alat pengering atau dryer sebanyak 900.000 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pengering ini nantinya akan diberikan kepada petani. Mengingat selama beberapa bulan ke depan musim hujan diprediksi masih akan terus berlangsung.

"Ini kita antisipasi dan siapkan dryer dari Kementan atas perintah Presiden 900.000 unit untuk jagung dan beras tapi kita fokus jagung," ujar Mentan di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Dia melanjutkan, berdasarkan pengamatan Kementan sejumlah daerah akan mulai melakukan panen. Salah satunya daerah Probolinggo, Jawa Timur. Daerah tersebut setidaknya memiliki lahan panen sekitar 3.000 hektare (ha).

"4 Hari lalu kita ke Probolinggo ada satu hamparan 2.000 sampai 3.000 hektare harganya Rp 4.000 ditingkat petani. Nanti mulai masuk panen puncak ini bisa lebih murah. Sehingga, kita melakukan antisipasi dari sekarang," jelas dia.

 

 Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Kementan
Bambang Sugiharto menyatakan bahwa berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) disimpulkan produksi dan pasokan jagung tahun 2018 surplus sebesar 12 juta ton pipilan kering (PK).

Mentan mengaku, pihaknya kini masih menyiapkan harga pokok penjualan (HPP) untuk jagung. HPP ini akan mencakup kepentingan petani dan peternak sehingga adil bagi seluruh pihak.

"Serapan untuk jagung ada HPP, kita siapkan. Tapi kita lihat harga di lapangan. Volumenya intinya kita harapkan petani tidak rugi, peternak insyaallah tidak membeli jagung dengan mahal," tandasnya.

Hadir dalam rapat tersebut antara lain, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso.