Menko Luhut Beri Hadiah untuk Prajurit Penemu CVR Lion Air JT610

Oleh Liputan6.com pada 21 Jan 2019, 18:45 WIB
Menperin Airlangga dan Menko Luhut Hadiri Rakorbidnas III Kemaritiman PDIP

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengundang para penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair) I dari Tim Komando Armada (Koarmada) yang berhasil menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610. Penemuan ini setelah pesawat tujuan Pangkal Pinang itu jatuh pada 29 Oktber 2018.

Dia mengaku sangat mengapresiasi kegigihan tim yang terus melakukan pencarian hingga berhasil menemukan CVR tersebut.

"Jadi saya undang mereka datang kemari mau mengucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman ini semua, yang sampai titik darah penghabisan tidak menyerah. karena hari itu adalah hari terakhir dari upaya pencarian itu. Tapi tadi dari cerita Iwan sebagai komandan penyelamnya dengan guidance dari komandannya, Pak Johan, mereka itu betul-betul bertekad supaya dapat," kata Luhut di kantornya, Senin (21/1/2019).

Saat ditanya hadiah yang akan diberikan kepada para penyelam tersebut, dia enggan mengungkapkan.

"Ya kita kasih dari kami ucapan terima kasih buat mereka itu. Kan boleh kalau ada yang mau kasih sponsor, masa kita harus kasih tahu," ujarnya.

Lebih lanjut Luhut mengatakan tidak menutup kemungkinan para penyelam tersebut akan mendapat kenaikan pangkat.

"Semua ini prajurit profesional. Mungkin dari satuannya dikasih kenaikan pekerjaan, sekolah ya tentara itu kan senangnya sekolah. Sekolah naik pangkat, itu urusannya kasal itu," ujarnya.

 

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Siap Diselidiki, KNKT Terima VCR Pesawat Lion Air JT 610
Black box bagian Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT 610 tersimpan di dalam wadah berisi air di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/1). CVR ini ditemukan tim penyelam Kopaska dan Dislambir Koarmada I. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Luhut turut mengungkapkan kekagumannya kepada tim tersebut. Dimana mereka menerapkan trik-trik jitu sehingga dapat menemukan CVR. Padahal tim sebelumnya yang berasal dari Singapura dan disewa dengan harga mahal tidak mampu menemukan benda tersebut.

"Mereka memodifikasi cara-cara yang tadinya konvensional yang dilakukan oleh tim yang di sewa dari Singapura yang cukup mahal disewanya kalau gak keliru hampir 3,5 juta dolar selama 10 hari dan tidak berhasil," ujarnya.

Menko Luhut mengatakan tim tersebut membangun tips sendiri dengan menggunakan kapal angkatan laut. "Saya terus terang tadi sebagai Menko Maritim menghargai kerja tim ini dan saya pikir ini menunjukkan bahwa kita tuh hebat. Orang lain tidak melaksanakan dengan cara-cara mereka ini. Ada trik-trik yang dipakai, telepon air dari atas ke bawah, mengendalikan 4 penyelam yang berputar mencari CVR ini dan kemudian mereka Temukan CVR pada kedalaman 35 meter. dimana ya memang sulit," ujarnya.