Kampung Halaman Disebut Rentan Paling Miskin, Pimpinan Komisi XI DPR Protes

Oleh Liputan6.com pada 16 Jan 2019, 20:35 WIB
Diperbarui 16 Jan 2019, 22:29 WIB
Taman Nasional Komodo

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Marcus Mekeng protes saat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut kampung halamannya, Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut sebagai provinsi dengan tingkat kerentanan miskinya paling tinggi. 

Hal tersebut terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XI dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, dan Gubernur BI Perry Warjiyo.

Kejadian itu bermula ketika Bambang menjelaskan kondisi tingkat kerentanan miskin Indonesia.

Bambang menjelaskan berdasarkan data BPS, NTT merupakan provinsi dengan tingkat tertinggi, disusul Aceh dan Lampung.

"Mohon maaf untuk Pak Ketua dan Pak Johnny Plate, provinsi dengan tingkat kerentanan tertinggi adalah NTT 27,4 persen, disusul Aceh 26 persen dan Lampung 26 persen," ungkap Bambang di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI DPR, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Bambang menuturkan, berdasarkan data tersebut terbukti masyarakat yang tingkat kerentanan kemiskinan tidak melulu yang berada di wilayah timur Indonesia.

Ada aspek lain yang membuat sebuah provinsi memiliki tingkat kerentanan miskin yang tinggi.

Misalnya ciri-ciri masyarakat rentan miskin adalah 43 persen rumah tangga yang tidak punya akses sanitasi yang layak dan 37 persen tidak punya akses air minum layak. Lalu sebanyak 54 persen masyarakat rentan miskin ada di kota sedangkan 46 persen juga ada di kota.

"Jadi ini tidak melulu masalah Timur Barat, tapi masalah spesifik pada provinsinya," kata Bambang.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

2 of 2

Selanjutnya

Pulau Komodo
Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo, NTT. (dok.Instagram @pulaukomodotour/https://www.instagram.com/p/BoD9yfCB0zp/Henry

Usai Bambang menyelesaikan paparannya, Mekeng langsung mengkonfirmasi kebenaran data tersebut kepada Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto.

"Mengenai kerentanan, apa benar NTT paling rentan? Saya tidak percaya warga Papua di gunung lebih makmur dari NTT. Coba jelaskan," tegasnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut Bos BPS kemudian menjelaskan, tingkat kerentanan miskin berbeda dengan tingkat kemiskinan. Jika melihat tingkat kemiskinan, Papua memang lebih tinggi dari NTT. Namun untuk rentan miskin, NTT yang paling tinggi.

"Untuk di Papua memang kemiskinan lebih tinggi dari NTT. Tetapi kita bicara kerentanan, di Papua jatuhnya miskin bukan rentan miskin. Seperti itu pak," tutur Kecuk.

Mendengar jawaban itu, Mekeng justru mengungkapkan kegusarannya. Menurut politisi Partai Golkar ini penyebab tingkat kerentanan miskin NTT tinggi lantaran infrastruktur yang buruk.

"Di NTT daerah yang terbelakang, terpencil dan termiskin masih banyak. Kondisi jalan ancur-ancuran, itu yang membuat orang makin miskin," kata Mekeng.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah untuk fokus pada perbaikan jalan di desa-desa khususnya di NTT. "Jadi yang harus disiapkan pemerintah itu jalannya. Kalau jalan tol dibangun terus tidak juga buat orang di kampung sejahtera," tegas dia

"Harus dibangun juga jalan-jalan di kampung itu. Kalau jalan tidak pernah diperbaiki, kemiskinan tidak akan pernah terbaiki," kata dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by