Ingin Bekerja dari Rumah, Perhatikan 3 Efek Sampingnya

Oleh Tommy Kurnia pada 17 Jan 2019, 08:40 WIB
Diperbarui 17 Jan 2019, 08:40 WIB
cari pekerjaan 3
Perbesar
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/jeshoots

Liputan6.com, Jakarta - Bekerja di rumah adalah salah satu inovasi di dunia kerja. Bahkan, ada penelitian yang menyebut bekerja dari rumah mengurangi minta pegawai untuk resign.

Masalahnya, mulai muncul studi yang menunjukkan efek samping bekerja dari rumah. Ternyata bekerja dari rumah disebut bisa menambah stres.

Mantan pemimpin Yahoo, Marissa Meyer, melarang karyawan bekerja dari rumah. Ia pun menekankan pentingnya hadir di perkantoran dan bekerja bersama secara kelompok.

Dirangkum dari The Conversation, berikut 3 efek samping kerja dari rumah yang jarang diketahui orang.

2 dari 4 halaman

1. Susah Tidur

Ilustrasi melamar kerja - cv
Perbesar
Ilustrasi melamar kerja (Foto: Unsplash.com/ Green Chameleon)

Sebuah studi pada 15 negara menemukan 42 persen pekerja yang selalu kerja jarak jauh mengalami kesulitan tidur. Mereka bahkan sering terbangun di malam hari.

Orang yang hanya terkadang kerja remote mengalami kesulitan tidur dengan persentase lebih rendah, yakni 34 persen. Sementara, hanya 29 persen pekerja kantor mengalami hal serupa.

3 dari 4 halaman

2. Lebih Stres

Kaum Laki-laki Masih Mendominasi Perusahaan Teknologi
Perbesar
Ilustrasi pekerja (ist.)

Sebanyak 41 persen pekerja yang selalu kerja mobil merasakan stres lebih tinggi ketimbang yang kerja di kantor. Persentase bagi pekerja kantoran hanya 23 persen.

Penyebab stres karena efek perangkat mobile yang harus disiagakan di kasur. Kesulitan lainnya adalah saat menghubungi rekan kerja, dan melakukan conference call, yang berpotensi mengganggu penghuni rumah.

4 dari 4 halaman

3. Peluang Karier Berkurang

Bekerja di Kantor
Perbesar
Ilustrasi Foto Bekerja di Kantor (iStockphoto)

Bekerja di rumah mengurangi kesempatan bertemu orang-orang yang bisa saja membantu kariermu. Bila kamu jarang terlihat, otomatis kamu jarang diperhatikan bila ada proyek atau promosi.

Penelitian juga menyebut interaksi tatap muka adalah hal esensial dalam mengidentifikasi peluang untuk kolaborasi, inovasi, serta membangun relasi dan jaringan kerja.

Lanjutkan Membaca ↓