Alasan Central Retail Tutup Gerai di Neo Soho

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 14 Jan 2019, 22:12 WIB
(Foto: Liputan6.com/Septian Deny)

Liputan6.com, Jakarta - Usai PT Hero Supermarket Tbk yang gencar menutup gerai pada 2018, PT Central Retail Indonesia juga bakal menyusul memberhentikan pengoperasian salah satu toko Central Department Store di Neo Soho, Grogol, Jakarta Barat pada 17 Februari 2019.

Gerai Central Departement Store Neo Soho yang akan berhenti beroperasi ini membuat perusahaan retail asal Thailand tersebut kini hanya memliki satu toko lainnya, yakni berada di Central Grand Indonesia, Jakarta.

Public Relation Department Manager PT Central Retail Indonesia, Dimas Wisnu Wardana mengatakan, pemberhentian Central Departement Store Neo Soho ini seolah mengindikasikan ada perubahan tren belanja dari para konsumen.

"Kami mengamati tren belanja konsumen kami bergeser kepada sistem yang lebih cepat dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan customer kami tersebut kami memusatkan segala sumber daya kami ke flagship store kami, Central Grand Indonesia," ungkap dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (14/1/2019)

Dengan penutupan ini, ia menuturkan, kegiatan bisnis PT Central Retail di Indonesia pada 2019 hanya akan berpusat di Grand Indonesia. "Tahun ini kami hanya fokus di gerai flagship kami di Central Grand Indonesia," ujar dia.

Perusahaan ritel asal Thailand ini sudah berdiri lebih dari 60 tahun di Thailand. Sedangkan di Indonesia, perusahaan ritel ini berdiri pada 2104 tepatnya pertama kali Grand Indonesia.

 

 

Ma'ruf Amin: Terorisme Itu Bukan Jihad

Tutup Video
2 of 2

Tawarkan Diskon

Ilustrasi diskon
Ilustrasi diskon. Sumber foto: unsplash.com/Justin Lim.

Sebelum masa kontrak Central Departement Store Neo Soho berakhir, Dimas menyebutkan, gerai tersebut bakal menghabiskan stok barang dagangan dengan mengadakan closing down sale hingga 90 persen sejak 14 Januari sampai 17 Februari 2019.

Untuk kegiatan bisnis ke depan, dia menambahkan, pihaknya kini tengah memperkuat omni channel berbelanja central department store Central On Demand melalui aplikasi messenger seperti whatsapp dan Line.   

"Sekarang ini kami penetrasi perlahan ke ranah online, fokus hanya melalui omni channel yang kami miliki dulu, karena investasi untuk e commerce juga tidak terbilang murah," ujar dia.

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓