Aquaman, Film DC Pertama yang Raup Rp 14 Triliun dalam 7 Tahun

Oleh Tommy Kurnia pada 14 Jan 2019, 21:00 WIB
Aquaman (DC/ Warner Bros)

Liputan6.com, Jakarta - Sang penguasa Atlantis berhasil menghadiahkan pemasukan tiket sebesar USD 1 miliar atau Rp 14 triliun (USD 1 = Rp 14.090). Ini artinya Aquaman jadi film DC Extended Universe pertama yang mendapat pencapaian itu.

Dilansir CNET, pemasukan Aquaman sudah mencapai USD 1 miliar dan masih akan bertambah karena belum rilis di Jepang sampai 8 Februari mendatang. Film ini berhasil bertengger di puncak box office Amerika Serikat (AS) selama sebulan.

Sebagai catatan, film DC seperti The Dark Knight Rises juga pernah meraup pendapatan USD 1 miliar. Perbedaannya adalah film Aquaman termasuk ke DC Extended Universe (DCEU).

DCEU adalah franchise yang dimulai sejak rilisnya dari Man of Steel dan menghadirkan para pahlawan DC selain Batman dan Superman. Sayangnya, film-film DCEU banyak yang flopped di mata para kritikus film, kecuali Wonder Woman dan Aquaman.

Seri film extended universe memberikan pemasukan besar bagi rumah superhero Marvel dan DC. Marvel juga memiliki Marvel Cinematic Universe (MCU) yang dimulai dari film Iron Man.

Film-film MCU tercatat lebih cemerlang dari segi pendapatan dan tanggapan kritikus. Sejak tahun 2012, ada 6 film MCU yang pemasukannya melewati USD 1 miliar (The Avengers, Iron Man 3, Age of Ultron, Civil War, Black Panther, dan Infinity War). Sementara, Aquaman menjadi yang pertama bagi DC yang meraup USD 1 miliar dalam 7 tahun terakhir.

Hingga saat ini, MCU berhasil meraup untung sebesar USD 17.530 miliar (Rp 246.962 triliun) dari total 20 film. Di lain pihak, film DCEU baru mengumpulkan uang USD 4,78 miliar (Rp 67,3 triliun) dari total 6 film.

2 of 2

Sebelum Aquaman, Jason Momoa Melarat Gara-Gara Game of Thrones

Aquaman
Poster film Aquaman. (Warner Bros)

Melihat Jason Momoa, tentunya kini yang terbayang adalah sosok Aquaman. Namun sebelum itu, ia sempat dikenal sebagai Khal Drogo dalam serial Games Of Thrones. Bicara soal serial tersebut, rupanya Jason mengaku sempat mengalami masa-masa pahit setelah memerankan Khal Drogo.

Sebelum menjadi Aquaman, Jason Momoa sulit mendapatkan peran selanjutnya karena sosok Khal Drogo terlalu melekat di dalam dirinya. Banyak sutradara yang menyangka Jason tak bisa berbahasa Inggris karena perannya.

Dalam Game Of Thrones, ia menjadi pemimpin pasukan berkuda yang berbicara dengan bahasa fantasi ala GOT. Meski demikian, Khal Drogo diceritakan terbunuh di akhir musim pertama. Akhirnya, ia pun kebingungan dalam mencari pekerjaan baru.

"Aku tak dapat banyak pekerjaan setelah GOT. Karena karakterku tak bicara bahasa Inggris, tak lucu dan ia hanya menyakiti orang. Aku memerankan karakter ini dengan baik tapi malah menantang setelahnya. Beberapa orang bahkan berkata 'Wow, kamu bisa bahasa Inggris'," ungkap aktor yang memerankan Aquaman sejak film Batman v Superman itu saat diwawancarai di Graham Norton Show. 

Pria dua anak ini mengaku bahwa perannya di Game Of Thrones membuatnya mengalami kesulitan keuangan.

"Pada 2013 aku amat miskin tapi masa depan cukup baik! Masa itu cukup sulit bagiku, aku bersyukur kita sekarang sudah di sini," lanjut Jason Momoa.

 

Lanjutkan Membaca ↓