SPAM Bandung Raya Suplai Air Bersih buat 140 Ribu Warga

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 13 Jan 2019, 11:20 WIB
(Foto: Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Metropolitan Bandung Raya Wilayah Selatan Tahap I.

Kapasitas SPAM sebesar 700 liter per detik ini mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk sekitar 140 ribu warga Kota dan Kabupaten Bandung

Namun, potensi warga yang terlayani nantinya bisa bertambah besar lantaran untuk Tahap I baru digunakan 350 liter per detik untuk melayani kebutuhan air minum Kota Bandung sebesar 200 liter per detik bagi 16 ribu sambungan rumah (SR) atau sekitar 80 ribu jiwa.

Selain itu, Kabupaten Bandung dengan kapasitas 150 liter per detik untuk 12 ribu SR atau sekitar 60 ribu jiwa. 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi kepada berbagai pihak terkait yang turut mendukung pembangunan SPAM Regional Metropolitan Bandung Raya.

Dia menganggap, penyediaan SPAM dengan menggunakan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) ini akan membuat pengolahan air bersih menjadi lebih efisien.

"SPAM ini menggunakan teknologi terbaru namanya SCADA, di mana pengolahannya tidak seperti yang dulu yakni outdoor, namun sekarang sudah indoor, computerized, dan otomatis," ujar dia dalam sebuah keterangan tertulis, Minggu (13/1/2019). 

Teknologi SCADA memiliki keunggulan hemat energi karena sistem distribusi secara gravitasi dan adanya pengolahan dan daur ulang air buangan dari IPA, domestik dan air hujan. Terdapat juga ruang kontrol untuk memonitor seluruh instalasi air yang ada di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tersebut.

 

2 of 2

Investasi Tahap I Rp 253 Miliar

(Foto: Dok Kementerian PUPR)
SPAM Regional Metropolitan Bandung Raya (Foto: Dok Kementerian PUPR)

Sementara itu, Ketua BPPSPAM Bambang Sudiatmo menjelaskan, total investasi pembangunan SPAM Regional Metropolitan Bandung Raya Wilayah Selatan Tahap 1 sebesar Rp 253 miliar.

Investasi itu terdiri dari dana APBN di Kementerian PUPR sebesar Rp 58 miliar dan APBD Provinsi Jabar sebesar RP 195 miliar. 

"Dukungan anggaran Rp 58 miliar terdiri dari Rp 19 miliar dari Ditjen Sumber Daya Air (SDA) yang digunakan untuk pembangunan unit air baku berupa pembangunan bak pra sedimentasi berkapasitas 700 liter per detik, jaringan pipa transmisi air baku sepanjang 3 km," urainya. 

Selain itu, lanjutnya, terdapat pula pembangunan unit produksi berupa instalasi pengolahan air minum kapasitas 350 liter per detik, reservoir air bersih berkapasitas 6 ribu m3 dan bangunan operasi SCADA dengan anggaran Rp 40 miliar melalui Ditjen Cipta Karya. 

Sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun jaringan pipa distribusi utama sepanjang 33 km dengan biaya investasi Rp 195 miliar.  

SPAM Regional Metropolitan Bandung Raya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jabar yakni PT Tirta Gemah Ripah.

Hasil pengolahan air minum akan dibeli oleh PDAM Tirta Wening Kota Bandung dan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung untuk selanjutnya disitribusikan kepada para pelanggan.  

Pembangunan SPAM Regional menjadi pilihan lantaran ketersediaan air baku untuk air minum yang tidak merata antar wilayah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten, Kota dan Provinsi membentuk sistem SPAM untuk memanfaatkan sumber air baku secara bersama. 

Secara manfaat pun dinilai lebih efisien dalam pembiayaan investasi dan operasional, peningkatan kerja operator dan peningkatan skala ekonomi, sehingga merangsang masuknya sumber pembiayaan dari swasta. 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓