Kisah Miliarder yang Selamat dari Kejamnya Perang Dunia II

Oleh Tommy Kurnia pada 12 Jan 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 13 Jan 2019, 21:13 WIB
Ilustrasi Liputan Khusus Perang Mata Uang

Liputan6.com, Quebec- Marcel Adams yang berusia 98 tahun merupakan miliarder kedua tertua di dunia. Ia tumbuh besar di Romania dan berhasil sukses di Kanada.

Dilaporkan oleh Time, Adams merasakan sendiri kekejaman pasukan Nazi saat Perang Dunia II. Karena ia berasal dari keluarga Yahudi, ia pun menjadi korban kekejaman sistematis Nazi. Sejak lahir di Rumania pada 1920 pun dia sudah merasakan diskriminasi akibat kepercayaannya.

"Perang tersebut adalah sebuah mimpi buruk. Saya kehilangan tiga tahun kehidupan saya, ratusan ribu orang tewas sia-sia, dan Rumania menghancurkan dirinya sendiri," kenang sang miliarder.

Untungnya, ia berhasil kabur ke Israel di tahun 1944. Di sana ia ikut berjuang di Perang Kemerdekaan Israel, dan lanjut berpindah di Kanada pada 1951, demikian lansiran The Jerusalem Post.

Kesuksesannya meroket di Kanada. Awalnya ia bekerja di industri leather dan beralih profesi di sektor real estate. Ia pertama kali membeli lahan lewat tabungannya, kemudian mendirikan Iberville Developments. Inilah awal ia menjadi miliarder.

Perusahaan itu mengelola 743.224 meter persegi lahan yang di atasnya dibangun pusat perbelanjaan, ruang kantor, properti industri, dan aset residensi. Mal tersebar di Quebec, Galeries de la Capitale, juga dikembangkan Adams. Sang miliarder masih belum melupakan beratnya hidup di bawah Nazi, dan sekarang  terkenal seorang sebagai filantropis.

Sekarang, Forbes mencatat kekayaannya Marcel Adams dan keluarganya mencapai USD 1,7 miliar atau Rp 23,8 triliun (1 USD = Rp 14.052).

2 dari 2 halaman

5 Negara yang Jadi Sarang Miliarder Dunia, Mana Saja?

Uang
Ilustrasi uang | Via: ist.

Di tahun 2018, miliarder dari Negeri Bollywood menjadi orang terkaya di benua Asia, Jeff Bezos menggeser Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia, kekayaan bos Uniqlo meroket, dan bos Facebook kehilangan miliaran dolar.

Banyak yang terjadi tahun ini, termasuk perang dagang, tetapi tetap saja jumlah miliarder meningkat. Ini pun tak terlepas dari perkembangan inovasi di dunia teknologi yang membuat penggawa sektor tersebut makin tajir.

Melansir Fox Business, miliarder dari 5 negara berikut semakin bertambah di tahun ini. Amerika Serikat (AS) menjadi negara pertama yang memiliki miliarder terbanyak. Namun, kebanyakan miliarder ada di Asia.

Jumlah miliarder Tiongkok mengekor AS dengan pertambahan yang cukup pesat. Tercatat, negeri itu memiliki 373 miliarder, padahal di tahun 2006 hanya memiliki kurang dari 20 miliarder. 

"Sebagai konteks, pada 2006, hanya ada 16 miliarder di Tiongkok. Sekarang sudah ada lebih banyak miliarder di Asia ketimbang AS, kebanyakan dari mereka orang Tiongkok. Jika mereka terus berprogres dalam taraf ini, dalam 3 tahun para miliarder Asia akan lebih kaya juga," tulis laporan UBS dan PwC.

Jumlah miliarder di India juga meroket hingga 19 persen tahun ini, persentase tertinggi di dunia. Kini, ada 2.158 miliarder di dunia dan 199 orang di antaranya merupakan entrepreneur.

Berikut 5 negara dengan miliarder terbanyak dan persentase peningkatannya sejak tahun kemarin:

1. Amerika Serikat: 585 miliarder (naik 4 persen)

2. Tiongkok: 373 miliarder (naik 5 persen)

3. Jerman: 123 miliarder (naik 5 persen)

4. India: 119 miliarder (naik 19 persen)

5. Rusia: 101 miliarder (naik 5 persen)

Peringkat selanjutnya ada Hong Kong dengan 67 orang miliarder. Tetapi, angka itu berkurang 6 persen dibanding tahun lalu.

Lanjutkan Membaca ↓