Dirut Indosat Bantah Perusahaan Vietnam Bakal Beli Sahamnya

Oleh Agustina Melani pada 09 Jan 2019, 21:35 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) membantah kabar ada pembicaraan mengenai perusahaan telekomunikasi asal Vietnam Viettel yang berminat terhadap saham PT Indosat Ooredoo Tbk.

"Enggak benar. Enggak ada pembicaraan itu di pemegang saham (pembelian saham Indosat oleh Viettel-red)," ujar Direktur Utama PT Indosat Ooredoo Tbk, Chris Canter saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Rabu (9/1/2019).

Ia pun menuturkan, kalau perseroan belum ada aksi korporasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Seperti diketahui, saham PT Indosat Ooredoo Tbk melonjak signifikan pada perdagangan Rabu pekan ini. Hal itu karena ada kabar perusahaan telekomunikasi Vietnam Viettel sedang mengincar saham perusahaan telekomunikasi di Malaysia dan Indonesia.

Saham PT Indosat Ooredoo Tbk pun naik  24,65 persen atau 445 poin ke posisi Rp 2.250. Saham ISAT sempat ke berada level tertinggi 2.250 dan terendah 1.835 per saham pada perdagangan Rabu 9 Januari 2019.

Total frekuensi perdagangan saham 12.659 kali dengan volume perdagangan 791.086. Nilai transaksi harian saham Rp 162,2 miliar.

Mengutip deal street, Viettel berupaya meningkatkan jumlah pelanggan di Myanmar pada 2019. Selain itu, Viettel pun juga menunjukkan minat investasi di Korea Utara dan Kuba.

“Pertumbuhan yang terlihat di Myanmar jarang terjadi di pasar telekomunikasi. Kami masih punya ruang untuk tumbuh di sana,” ujar Presiden Direktur Viettel, Le Dang Dung.

Selain itu dikabarkan kalau Viettel sedang dalam pembicaraan untuk membeli saham di perusahaan telekomunikasi di Malaysia dan Indonesia. Namun, Dung belum dapat berikan rincian lebih lanjut.

Viettel memiliki 60 juta pelanggan di Vietnam. Selain itu, lebih dari 30 juta pengguna di 10 negara lain terutama Asia dan Afrika.

 

2 of 2

Saham Indosat Meroket

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, saham PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menguat tajam pada perdagangan Rabu 9 Januari 2019. Bahkan saham PT Indosat Tbk (ISAT) mampu catatkan sebagai top gainers.

Berdasarkan data RTI, saham ISAT melonjak 24,65 persen atau 445 poin ke posisi Rp 2.250. Saham ISAT sempat ke berada level tertinggi 2.250 dan terendah 1.835 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham 12.659 kali dengan volume perdagangan 791.086. Nilai transaksi harian saham Rp 162,2 miliar.

Pada pekan 2-4 Januari 2019, saham ISAT naik tipis 2,37 persen ke posisi 1.725 per saham. Pekan lalu, ISAT sempat berada di level tertinggi 1.785 dan terendah 1.645.

Pada 2018, saham PT Indosat Tbk alami tekanan besar. Saham ISAT merosot 64,90 persen ke posisi 1.685 per saham. PT Indosat Tbk catatkan harga saham tertinggi di posisi 6.600 dan terendah 1.675. Volume perdagangan saham 359.949.838. Nilai transaksi Rp 1,3 triliun.

Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menilai, secara teknikal, penguatan saham PT Indosat Tbk mulai terlihat sejak 3 Januari. Akan tetapi, volume baru terbentuk pada Rabu 9 Januari. Ia menilai ada risiko saham PT Indosat Tbk alami tekanan untuk proses konsolidasi.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menilai, saham PT Indosat Ooredoosudah jenuh jual. Hal tersebut juga meningkatkan permintaan terhadap saham Indosat. "Sebelum Indosat alami penguatan berturut-turut, indikator RSI sudah terlihat jenuh jual," kata Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓