Bank Dunia Ramal Perekonomian Global Melemah di Tahun Ini

Oleh Ayu Lestari Wahyu Puranidhi pada 09 Jan 2019, 12:30 WIB
Bank Dunia Minta Pemerintah Percepat Penyerapan Anggaran

Liputan6.com, Jakarta Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melemah menjadi 2,9 persen pada 2019 dibandingkan pada 2018 sebesar 3 persen.

Dikutip dari Reuters, Rabu (9/1/2019), Kepala Eksekutif Bank Dunia, Kristalina Georgieva mengatakan bahwa pada awal 2018 ekonomi global memenuhi semua target namun kehilangan ekstabilitasnya selama tahun lalu. Kondisi ini bisa jadi membuat pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang akan memburuk.

Perkiraan ini muncul akibat perselisihan sengit perdagangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina, dimana perselisihan ini membuat terhambatnya pasar keuangan di seluruh dunia.

Meskipun ada tanda-tanda kemajuan seiring pertemuan kedua negara yang memasuki hari ketiga di Beijing. Kedua negara tersebut sudah melakukan strategi tit-for-tat pada sistem perekonomian mereka.

Pada 2019, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat kemungkinan akan melambat menjadi 2,5 persen dari 2,9 persen pada 2018.

Sementara itu, Cina diperkirakan bahwa pertumbuhan ekonominya akan melemah menjadi 6,2 persen dibandingkan saat 2018 mencapai 6,5 persen.

Bank Dunia juga menambahkan bahwa perekonomian pasar diperkirakan akan tumbuh 4,2 persen di tahun ini dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi mencapai 2 persen.

 

2 of 2

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Mengundurkan Diri

Jokowi Ajak Presiden Bank Dunia Blusukan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim blusukan ke Desa Tangkil, Kecamatan Caring, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7). Jokowi mengajak Kim meninjau Posyandu dan PAUD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kabar mengejutkan datang dari lembaga keuangan internasional. Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim mengumumkan pengunduran dirinya usai enam tahun menjabat. Pengunduran diri ini berlaku mulai 1 Februari 2019.

Dalam penjelasan Bank Dunia, seperti mengutip laman BBC, Selasa (8/1/2018), Jim Yong Kim (59) memutuskan untuk bergabung dengan institusi swasta yang fokus pada peningkatan investasi infrastruktur di negara-negara berkembang.

"Merupakan suatu kehormatan besar untuk melayani sebagai Presiden dari institusi yang luar biasa ini, yang penuh dengan individu yang penuh semangat yang didedikasikan untuk misi mengakhiri kemiskinan ekstrem dalam hidup kita," ujar Jim Yong Kim dalam sebuah pernyataan.

Seharusnya Kim menduduki jabatan di Bank Dunia hingga 2022. Ini usai dirinya terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun kedua pada tahun 2017. Namun dengan pengunduran diri ini, Kim hanya menduduki jabatan di Bank Dunia dalam 6  tahun.

Adalah Kristalina Georgieva, CEO Bank Dunia yang akan menggantikan peran Jim Yong Kim untuk sementara waktu.

Jim Yong Kim merupakan kelahiran Seoul, Korea Selatan. Sebelum masuk ke Bank Dunia, dia sempat menempuh pendidikan sebagai dokter.

Dia kemudian dicalonkan oleh mantan presiden Barack Obama untuk masa jabatan pertama dan kedua sebagai kepala Bank Dunia. Dia pernah masuk peringkat 41 dalam daftar People Power 2018 dari Forbes. 

Secara tradisional, Presiden Bank Dunia dinominasikan oleh Amerika Serikat (AS). Sedangkan lembaga keuangan lain, Dana Moneter Internasional (IMF) dipilih oleh negara-negara Eropa.

Namun, ketika Jong Yong Kim pertama kali ditunjuk pada 2012, ada tekanan yang tumbuh dari negara-negara di belahan bumi selatan untuk memilih kandidat dari negara berkembang.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by