Sekuritisasi Aset Jalan Tol, Waskita Karya Roadshow ke 3 Negara

Oleh Septian Deny pada 04 Jan 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 04 Jan 2019, 20:17 WIB
Lima ruas bagian dari Tol Trans Jawa yang dikerjakan oleh Jasa Marga dan Waskita Karya siap diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Dok Kementerian BUMN)

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menawarkan 18 ruas tol miliknya kepada investor. Untuk itu, BUMN Konstruksi tersebut akan menggelar roadshow ke sejumlah negara untuk menawarkan ruas tol tersebut.

Direktur Keuangan Waskita Karya, Haris Gunawan mengatakan, pihaknya telah berkonsultasi dengan konsultan internasional dalam rencana bisnis ini. Nantinya yang akan membantu mencarikan investor yang berminat membeli ruas tol yang ditawarkan.

"Memang sekarang kami sedang lakukan bidding untuk lakukan konsultan tambahan dengan EY, PWC dan Deloite," ujar dia di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Untuk memuluskan rencana bisnis tersebut, lanjut Haris, Waskita Karya juga akan menggelar roadshow ke sejumlah negara. Setidaknya ada tiga negara yang investornya memiliki potensi besar untuk membeli ruas tol tersebut.

"Sedang mapping oleh konsultan kita. Yang kita datangi ada Dubai, Perancis, dan Hong Kong," kata dia.

Haris mengaku optimistis ruas tol yang ditawarkan akan banyak diminati oleh para investor. Meski pun tahun ini merupakan tahun politik dengan penyelenggaraan Pemilu serentak.

"Tahun politik kita masih optimistis, tapi mungkin konsepnya beda. Kalau sebelumnya tunggu peminat. Tahun sekarang kita akan datangi yang sudah di list konsultan. Kita akan roadshow ke beberapa negara untuk datangani investor," tandas dia.

2 dari 3 halaman

Waskita Karya Incar Pendapatan Rp 54 Triliun pada 2019

Hari Kemerdekaan RI ke 72
Suasana upacara bendera HUT RI ke 72 di proyek pembangunan dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, (17/8). Tiga perusahan BUMN Pelindo I, PT PP dan Waskita Karya mengikuti upacara bendera di HUT RI. (Liputan6.com/Pool)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan pendapatan usaha pada 2018 dapat meningkat 10 persen dari periode sebelumnya pada 2017 sebesar Rp 45,1 triliun.

Keyakinan itu didapati lantaran tiga tahun terakhir Perseroan telah mencatatkan pertumbuhan cukup signifikan hingga mencapai 100,31 persen.

"Kita targetkan di 2018 kemarin adalah tumbuh 10 persen. Ini kenapa belum saya sebutkan angka karena kita dalam proses audit jadi masih akan naik jadi kita tidak sebutkan di sini," kata Direktur Keuangan PT Waskita Karya, Haris Gunawan, saat paparan kinerja di 2018, di Jakarta, Jumat (4/1/2019). 

Haris mengatakan, selain pendapatan usaha pihaknya juga menargetkan laba bersih Perseroan sepanjang 2018 dapat tumbuh mencapai delapan persen. Tercatat hingga kuartal III-2018, Waskita Karya telah mengantongi laba bersih Rp 4,49 triliun.

"Sedangkan laba bersih Waskita Karya (diharapkan) ikut melonjak sebesar delapan persen. Per Desember 2017 laba kita tahun lalu 4,2 triliun jadi per September 2018 laba kita sudah capai 4,49 triliun," kata dia.

Sementara, pada 2019, pihaknya menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 54 triliun. Dari target kinerja tersebut, perusahaan membidik laba bersih sebesar Rp 4 triliun. 

Di samping itu, PT Waskita Karya Tbk juga menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp 56 triliun sehingga total kontrak yang akan dikelola diharapkan menjadi Rp 120 triliun pada 2019.

"Kemudian proyeksi kita di 2019 kita akan punya kontrak baru 56,6 triliun mudah-mudahan ini mempunyai potensi kita capai di tahun 2019," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

TWICE dan Isyana Masuk Daftar Forbes Sosok Berpengaruh