BRI Yakin Alipay Dapat Izin Operasi di Indonesia Tahun Ini

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 03 Jan 2019, 23:07 WIB
Diperbarui 03 Jan 2019, 23:07 WIB
BRI Rombak Manajemen, Dirut Pegadaian Jadi Komisaris

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Handayani mengatakan, pihaknya yakin jasa pembayaran Alipay milik Alibaba Group dapat beroperasi di Indonesia pada 2019.

Adapun sebelumnya, Alibaba Group dikabarkan telah melakukan penjajakan bisnis dengan BRI dan BCA agar bisnisnya dapat persetujuan beroperasi di Tanah Air. Kedua bank tersebut merupakan perbankan BUKU IV yang memiliki kecukupan modal inti di atas Rp 30 triliun.

Namun begitu, Bank Indonesia mengkonfirmasi, baru BRI saja yang sudah melakukan penandatanganan MoU dengan Alipay, sementara BCA belum.

Oleh karenanya, Handayani mengaku optimistis Alipay akan segera dapat perizinan beroperasi tahun ini. Terlebih, sambungnya, hal ini menguntungkan untuk mendukung industri pariwisata dalam negeri.

"Ya, karena ini sebenarnya untuk support industri pariwisata. Karena banyak turis dari China yang datang ke Indonesia dan mereka punya alat bayar khusus, dan tentu kita harus bisa memfasilitasi bagaimana mereka bisa transaksi di merchant kita," jelasnya di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Handayani juga menyebutkan, kerjasama dengan Alipay merupakan fokus yang tengah digadang pihaknya. Terlebih, lanjutnya, Indonesia khususnya Bali merupakan destinasi favorit wisatawan asal China.

"Iya, untuk turis, jadi lebih fokus untuk acceptance. Ya salah satunya di Bali. Fokus saat ini Bali karena salah satu destinasi favorit untuk turis China," papar dia.

 

2 dari 3 halaman

Belum Ada Perhitungan

BRI Rombak Manajemen, Dirut Pegadaian Jadi Komisaris
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Secara potensi nilai bisnis, ia mengaku belum banyak memperhitungkannya. Tapi dia percaya, kerjasama ini merupakan kesempatan besar yang harus BRI gapai, utamanya dalam mendukung industri pariwisata dalam negeri.

"Belum secara detail kami perhitungkan. Tapi tentu kami harus support transaksi itu. Lagipula ini opportunity untuk kita, khususnya support bagaimana pemerintah bisa terus meningkatkan pariwisata. Tentu salah satunya adalah dengan transaksi pembayaran ini bisa dilayani," tutur dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓