Ini Capaian Kinerja Bulog Sepanjang 2018

Oleh Septian Deny pada 03 Jan 2019, 11:14 WIB
Diperbarui 03 Jan 2019, 12:16 WIB
Tampil Brewokan, Buwas Bahas Anggaran Bulog di DPR

Liputan6.com, Jakarta Sepanjang 2018, Perum Bulog terus menjalankan berbagai penugasan dari pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan. Upaya mewujudkan kedaulatan pangan melalui stabilisasi harga dilakukan dari hulu hingga ke hilir.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, di sisi hulu, Bulog menyerap hasil produksi petani dalam negeri di seluruh pelosok Indonesia dan bekerjasama dengan TNI dalam gerakan Serap Gabah Petani (Sergap).

Sementara sisi hilir, Bulog melakukan pemeratan stok pangan ke seluruh pelosok Indonesia dan stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar yang dilakukan sepanjang waktu.

"Selain itu, Bulog juga menyalurkan Bantuan Sosial Rastra, penyaluran bantuan pangan untuk korban bencana alam, pasokan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT),‎ serta menjual komoditas pangan pokok murah berkualitas melalui berbagai saluran komersial Bulog," ujar dia di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Pria yang biasa disapa Buwas ini menyatakan, beras sebagai pangan pokok masyarakat Indonesia memiliki andil sebesar 0,130 persen terhadap inflasi di 2018. Namun, Bulog berupaya‎ menstabilkan harga pangan pokok diantaranya, beras umum selama 2018 ada di kisaran Rp 11.606 per kg, gula pasir Rp 13.676 per kg, dan daging sapi Rp 114.195 per kg, serta jagung Rp 7.316 per kg.

“Sesuai dengan penugasan pemerintah dan amanat UUD, Perum Bulog terus melakukan tugas-tugasnya demi mewujudkan kedaulatan pangan,” kata dia.

Dalam rangka menjalankan penugasan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sepanjang 2018 Perum Bulog telah melakukan pengadaan sebanyak 3,2 juta ton setara beras dan stok beras CBP di akhir 2018 sebanyak 2,1 juta ton setara beras. Ini merupakan CBP terbesar yang pernah dikelola BULOG dalam 5 tahun terakhir.

 

2 of 2

Komoditas Lain

Tampil Brewokan, Buwas Bahas Anggaran Bulog di DPR
Dirut Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Kamis (13/9). Raker tersebut membahas mengenai Kinerja Operasional Tahun 2018. (Liputan6.com/JohanTallo)

Stok di akhir 2018 untuk komoditas lainnya yaitu gula pasir sebanyak 477 ribu ton, jagung 53 ribu ton, daging kerbau 5,8 ribu ton, minyak goreng 2,6 ribu kiloliter.

"Kami menyadari, bahwa keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras dan pangan pokok lainnya di seluruh daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, serta dilakukan dengan perhitungan yang matang dari aspek hulu hingga hilir," ungkap dia.

Buwas menjelaskan, penyaluran Bansos Rastra mencapai 1,2 juta ton, pengelolaan CBP untuk Operasi Pasar sebanyak 544 ribu ton merupakan stabilisasi harga dengan jumlah terbesar selama 10 tahun terakhir.

Sedangkan CBP bencana alam sebanyak 6.953 ton yang diantaranya digunakan untuk korban bencana alam di Palu-Donggala di Sulawesi Tengah dan Lombok di NTB.

"Memasuki tahun 2019, Bulog memastikan ketahanan stok dapat terus terjaga dan Operasi Pasar terus dilakukan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran di masyarakat dan gejolak harga di pasar, serta menjamin hasil panen petani dapat diserap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan," tandas dia.

 

Tonton Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait