Penerbangan Internasional Meningkat 13,92 Persen Saat Libur Akhir Tahun

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 03 Jan 2019, 10:15 WIB
Diperbarui 03 Jan 2019, 10:15 WIB
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Mita/Liputan6.com)
Perbesar
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Mita/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun baru 2019, total keseluruhan penumpang angkutan udara Natal dan Tahun Baru (Nataru) keberangkatan penerbangan internasional dari 20 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 naik sebesar 13,92 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menuturkan, berdasarkan kegiatan penerbangan internasional yang dipantau pada tujuh bandara dilaporkan jumlah keberangkatan penumpangnya mencapai 671.485 penumpang. Pantauan tersebut dari laporan Pos Koordinasi Nataru 2018/2019 Ditjen Perhubungan Udara sejak 20 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019,

"Jumlah penumpang berangkat luar negeri ini lebih tinggi 13,92 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama pada angka 589.450 penumpang. Jumlah penerbangan yang melayani keberangkatan tersebut mencapai 3.829 penerbangan, naik 8,50 persen dibanding tahun lalu yang hanya 3.529 penerbangan," ungkap Polana, Kamis (3/1/2019).

Lebih lanjut Polana menuturkan, jumlah penerbangan internasional tertinggi terjadi pada 28 Desember 2018 sebesar 7,12 persen dengan total 301 penerbangan.

Sedangkan penumpang berangkat ke luar negeri tertinggi terjadi pada 23 Desember 2018 yang mencapai 56.435 penumpang atau naik 24,32 persen dibanding waktu yang sama pada 2017.

Tujuh bandara yang dipantau tersebut adalah Bandara Soekarno - Hatta - Jakarta (CGK), Kualanamu Internasional - Medan, I Gusti Ngurah Rai - Denpasar, Juanda - Surabaya, Sultan Hasanuddin - Makassar, Adisutjipto – Yogyakartadan Husein Sastranegara – Bandung.

Penerbangan Domestik

bandara-kualanamu-130613b.jpg
Perbesar
Bandara Kualanamu

Sedangkan dari penerbangan domestik tercatat dari 36 bandara yang dipantau, dari 20 Desember 2018-1 Januari 2019, total pesawat berangkat sebesar 26.641 penerbangan.

Sedangkan tahun lalu tercatat 28.734 penerbangan, dengan total penumpang yang diangkut sebesar 3.278.453 penumpang, sedangkan tahun lalu sebesar 3.787.218 penumpang atau mengalami penurunan sebesar 13,43 persen.

Meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang domestik yang diangkut pada 35 bandar udara yang dipantau, tapi bandara Ngurah Rai Denpasar mengalami kenaikan jumlah penumpang berangkat sebesar 204.152 orang penumpang atau sebesar 3,46 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Untuk jumlah pergerakan pesawat luar negeri Nataru di Bandara Ngurah Rai pun naik sebesar 24,72 persen. Demikian pula jumlah penumpang yang diangkut juga melonjak sebesar 54,01 persen dibandingkan dengan periode Nataru tahun yang lalu.

"Dengan demikian, secara keseluruhan penumpang yang berangkat pada masa Nataru dari 20 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019 mengalami penurunan sebesar 9,75 persen. Bila sebelumnya mencapai 4.376.668 penumpang, masa Nataru pada periode yang sama tahun ini hanya mencapai 3.949.936 penumpang," ujar Polana.

Ia menambahkan pula jumlah pergerakan pesawat pun turun 5,56 persen dari 32.263 keberangkatan menjadi 30.470 keberangkatan pesawat.

Selama masa angkutan udara Nataru, terdapat 3 Bandara yang menambah jam operasionalnya hingga menjadi 24 jam, yaitu Bandara Ngurah Rai di Bali, Bandara Juanda di Surabaya dan Bandara Sam Ratulangi di Manado.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓