Tahun Baru, Orang Terkaya di Dunia Fokus Bantu Keluarga Miskin

Oleh Tommy Kurnia pada 02 Jan 2019, 21:00 WIB
Jeff Bezos

Liputan6.com, Seattle - Orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, menyambut tahun baru 2019 dengan memberikan perhatian kepada anak-anak keluarga miskin. Ini ia lakukan via Bezos Day One Fund yang dia modali sebesar USD 2 miliar atau Rp 28,9 triliun (USD 1 = Rp 14.465).

Bezos Day One Fund memberikan dukungan dana ke keluarga-keluarga tanpa rumah di 16 negara bagian dan District of Columbia. Uang jutaan dolar dikirim ke panti-panti. Jumlah uang bervariasi antara USD 2,5 juta - USD 5 juta, atau setara Rp 36 miliar - Rp 72 miliar.

Pendanaan itu juga aktif di dunia pendidikan anak lewat Day 1 Academies Fund yang menyediakan jaringan pendidikan pre-school berdasarkan prinsip Montessori bagi anak-anak tidak mampu. Dan awal tahun ini, Bezos mengumumkan Academies Fund akan dipimpin Mike George.

Mike George adalah mantan Wakil Presiden Alexa dan sudah lama menjadi Amazonian (pegawai Amazon). George bekerja selama Amazon selama 13 tahun, jauh sebelum Bezos menjadi orang terkaya

"Mike adalah builder sejati yang paham cara memulai dari dasar, dan ia akan membawa energi besar, tekad, dan passion ke pekerjaan ini. Terima kasih, Mike!" puji Bezos dalam Instagramnya.

Inisiatif Day one ini baru dibangun Bezos pada September lalu. Kata "Day One" dipilih karena itu merupakan prinsip Bezos. Ia percaya pada semangat Hari Pertama dalam pekerjaan untuk bereksperimen secara sabar, menerima kegagalan, dan mempersiapkan untuk masa yang akan datang. Gedung Amazon pun juga bernama Day One.

Bezos menjadi orang terkaya di dunia pada 2018, menggeser Bill Gates. Menurut Forbes, kekayaannya mencapai USD 124,7 miliar (Rp 1.803 triliun).

2 of 2

Bezos Berbagi Jurus Hadapi Kritikan

Jeff Bezos
Jeff Bezos (Kevin Wolf/AP Images for Human Rights Campaign)

Orang terkaya di dunia pun ternyata tetap diserang kritikan dan nyinyiran. CEO Amazon Jeff Bezos tengah menghadapi kritikan ketika menaikkan gaji minimum pegawainya. 

Dia dikritik karena dianggap terlambat melakukannya. Manusia terkaya dunia itu pun sama sekali tidak merespons negatif, dia dengan bijaksana menjelaskan bahwa menghadapi kritikan adalah penting dalam proses kepemimpinan. 

"Jika kamu akan melakukan sesuatu yang baru atau berbeda di dunia, hal itu pasti akan disalahpahami, terkadang oleh kritikus yang berniat baik, terkadang oleh kritikus yang punya kepentingan pribadi. Tidak apa-apa, semua itu adalah bagian dari proses," ucap Bezos seperti dikutip CNBC.

Bezos menyarankan untuk membentuk sebuah kerangka proses dalam menghadapi serangan kritikan. Dia tidak serta merta menyuruh mengabaikan omongan orang lain, melainkan secara proaktif menyimak dan memilah informasi yang didapat dari kritikan.

"Kamu simak, kamu tanya apakah mereka benar, atau bahkan jika mereka tidak sepenuhnya benar, apakah ada hal yang benar (dari kritikan) yang bisa kamu ambil sebagai inspirasi," ucap pria yang mendirikan Amazon pada 1994 itu.

Bezos melanjutkan, "Jika kamu memutuskan ada sesuatu (yang positif) dari orang yang mengkritikmu, maka kamu harus berubah."

Setelahnya, Bezos memberi catatan agar tidak takut menolak kritikan apabila tidak ada hal positif yang bisa diambil. "Bila kamu memutuskan bahwa jawabannya adalah tidak, maka tidak boleh ada kekuatan di dunia yang menggerakanmu."

Lanjutkan Membaca ↓