Harta Bos Xiaomi Meroket Rp 125 Triliun di 2018

Oleh Tommy Kurnia pada 31 Des 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 31 Des 2018, 21:00 WIB
Lei Jun
Perbesar
Kehadirannya di pembukaan store yang baru ini menunjukkan komitmen Xiaomi terhadap pasar Indonesia. (Dok: Xiaomi)

Liputan6.com, Jakarta - Memilih membuat smartphone dengan harga merakyat ternyata berbuah manis bagi Xiaomi. Kekayaan Lei Jun, sang CEO, tercatat meroket hingga melewati seratus triliun rupiah pada tahun 2018.

Menutup tahun yang penuh polemik perang dagang, CEO Xiaomi Lei Jun membukukan kekayaan USD 11,9 miiar atau setara Rp 173 triliun ( USD 1 = Rp 14.568) berdasarkan data terkini Bloomberg Billionaire Index. Angka itu meroket USD 8,6 miliar (Rp 125 triliun) dari kekayaannya tahun lalu.

Capaian positif bos Xiaomi kontras dengan para penggawa industri teknologi lain di Asia. Banyak dari mereka yang mengalami penurunan kekayaan.

Kekayaan CEO Samsung Lee Kun Hee menurun USD 5,54 miliar (Rp 80 triliun), namun, CEO Samsung masih tercatat lebih kaya dari Lei Jun dengan total harta USD 15,4 miliar (Rp 224 triliun).

Hal serupa terjadi di sektor e-commerce, CEO Alibaba Jack Ma kehilangan USD 9,48 miliar (Rp 138 triliun). Bos Tencent Ma Huateng juga kehilangan jumlah yang sama, yakni USD 9 miliar (Rp 131 triliun). Begitu pun bos JD, Richard Liu, yang hartanya berkurang USD 4,2 miliar (Rp 61,1 triliun).

Sementara, CEO Huawei Ren Zhengfei tidak masuk ke daftar Bloomberg. Forbes mencatatkan kekayaan pria 74 tahun itu sebesar USD 3,2 miliar (Rp 46,6 triliun).

Pada Juli lalu, Xiaomi sempat melakukan IPO dengan melepas 2,18 miliar saham. Walau hasilnya kurang memuaskan, para petinggi perseroan mendapatkan status miliarder berkat pelepasan saham di bursa Hong Kong tersebut.

2 dari 2 halaman

Xiaomi Besut Browser Khusus untuk Smartphone Low-End

Xiaomi
Perbesar
Xiaomi Mint browser. (Foto: Xiaomi)

Xiaomi baru saja mengembangkan browser terbarunya, Mint. Browser ini dibesut khusus untuk smartphone dengan kapasitas penyimpanan dan RAM yang minim.

Seperti dikutip Ubergizmo, alasan Xiaomi menggarap Mint browser tak lain karena mereka paham kalau smartphone kelas entry level dan menengah (mid-range) juga banyak dibidik konsumen.

Maka itu, mereka menciptakan browser yang sesuai dengan perangkat tersebut, tetapi tetap memberikan pengalaman yang mulus.

Mint browser sendiri hanya memakan ukuran yang sangat kecil, yakni 10MB saja.

Ukuran tersebut terbilang mengesankan, mengingat foto dan video saja ukurannya sekarang bisa lebih besar dari itu.

Adapun terkait performa, Android Police sudah menguji browser ini dan terbukti bisa memuat laman dengan cepat dalam perangkat yang berusia 3 tahun.

Kalau kamu ingin menjajal Xiaomi Mint browser, kamu bisa mengunduhnya secara cuma-cuma di tautan berikut ini.  

Lanjutkan Membaca ↓