Dalam Setahun, Donald Trump Sudah Tutup Pemerintahan AS Tiga Kali

Oleh Tommy Kurnia pada 28 Des 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 28 Des 2018, 12:17 WIB
White House atau Gedung Putih

Liputan6.com, Washington D.C. - Penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan tutup hingga tahun depan. Pasalnya, saat ini sudah menjelang libur tahun baru Senator dan tak ada jadwal voting.

Dilaporkan CNBC, Jumat (28/12/2018), sejauh ini Kongres masih belum memecahkan impasse perihal tuntutan Presiden Donald Trump untuk anggaran tembok di perbatasan selatan AS. Uang yang diminta Trump sebesar USD 5 miliar.

Hanya ada beberapa regulator yang kembali ke Washington dari liburan mereka pada Kamis (27/12/2018) waktu setempat. Presiden Trump juga baru kembali dari kunjungan Natal ke markas militer AS di Irak.

Sesi senat selanjutnya adalah tanggal 2 Januari 2019. Para regulator akan mendapat pemberitahuan dalam 24 jam sebelum adanya pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan.

Penutupan pemerintahan tahun ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya, pemerintahan tutup pada Januari (3 hari) dan Februari (1 hari).

Kini, penutupan dipastikan terjadi lebih lama karena Presiden Trump berjanji akan menunggu selama mungkin sampai mendapat duit tembok.

Menurutnya, tembok di perbatasan selatan bisa menghemat anggaran untuk menangkal imigran gelap dan penyelundup narkoba.

Berseberangan, politisi Partai Demokrat tegas menolak pembangunan tembok. Aksi saling menyalahkan pun terjadi antara kubu Trump dan Partai Demokrat terkait siapa yang paling bersalah akibat penutupan pemerintahan.

"Penutupan ini dapat sepenuhnya dihindari. Sekarang, ratusan ribu pegawai federal harus melewati liburan tanpa gaji karena @realdonaldtrump ngambek karena tembok bodohnya. (Ini) upaya terkini Partai Republik untuk memecah dan mendistraksi kita," ujar Senator Elizabeth Warren.

2 of 2

Dana Tembok Perbatasan Belum Disetujui, Donald Trump: Pemerintah Terus Tutup

Donald Trump
Donald Trump telah mengancam penutupan sangat lama terhadap pemerintah AS apabila pendanaan untuk pembangunan tembok perbatasan tidak direstui. (AP File)

 Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa government shutdown atau keputusan untuk menutup pemerintahan, akan tetap dilanjutkan sampai legislator AS meenyetujui tuntutannya untuk mendanai tembok yang telah lama dijanjikan di perbatasan AS-Meksiko.

Dalam penampilan Hari Natal di Kantor Oval Gedung Putih waktu setempat, Trump menyatakan pembelaan panjang dari keinginannya untuk membangun tembok, dengan mengatakan itu adalah satu-satunya cara untuk menghentikan fenomena kriminalitas di perbatasan, seperti peredaran narkoba dan penyelundupan manusia.

"Kita tidak bisa melakukannya tanpa penghalang. Kita tidak bisa melakukannya tanpa tembok," katanya, seperti dikutip dari ABC.net.au.

Trump mengatakan, dia menginginkan tembok yang digagasnya ada pada "waktu pemilu" tahun 2020. Janji tembok perbatasan adalah komponen utama dalam kampanye presiden Trump pada tahun 2016.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda kapan pemerintah akan dibuka. Saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa itu tidak akan terbuka sampai kita memiliki tembok atau pagar, apa pun yang mereka ingin menyebutnya," kata Trump, mengkritik para legislator Partai Demokrat yang beroposisi, yang saat ini menguasai DPR AS (House of Commons).

House of Commons memiliki kewenangan untuk menyetujui anggaran pemerintah AS.

Demokrat menentang pengeluaran uang untuk pembangunan tembok. Mereka lebih suka untuk menyekat perbatasan AS-Meksiko dengan pagar, teknologi alternatif, atau cara lain selain 'tembok Trump' untuk mengontrol akses di perbatasan.

Sementara itu, Trump berargumen bahwa Demokrat menentang pembangunan tembok hanya karena ia yang menggagasnya --mengisyaratkan bahwa jika gagasan pembangunan tembok diusulkan oleh politisi lain, legislator Demokrat mungkin akan menyetujuinya.

Lanjutkan Membaca ↓