Biaya Pengadaan Lahan Bendungan Penahan Banjir Jakarta Capai Rp 1,45 Triliun

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 26 Des 2018, 15:58 WIB
Diperbarui 27 Des 2018, 22:14 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek bendungan Sukamahi dan Ciawi.

Liputan6.com, Bogor - Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi menyatakan, konstruksi Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sedikit terkendala lantaran sulitnya proses pembebasan lahan di wilayah tersebut.

Dia menyebutkan, Kementerian PUPR membutuhkan dana hampir Rp 1,5 triliun hanya untuk pengadaan lahan. "Kalau total untuk Bendungan Sukamahi sekitar Rp 500 miliar, Bendungan Ciawi mendekati Rp 1 triliun," ungkap dia di Bendungan Ciawi, Bogor, Rabu (26/12/2018).

Menurut catatan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, resume pengadaan tanah untuk kedua waduk tersebut mencapai angka Rp 1,45 triliun. Untuk di Bendungan Sukamahi, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 500 miliar untuk 645 bidang tanah atau seluas 46,69 hektare (ha).

Sementara untuk di Bendungan Ciawi, ongkos yang dikeluarkan harus lebih besar, yakni Rp 995 miliar untuk 940 bidang tanah atau seluas 76,6 ha.

Secara hitungan, Hari Suprayogi meneruskan, pembebasan lahan di Bendungan Sukamahi telah mencapai angka 50 persen, sedangkan Bendungan Sukamahi baru sekitar 35 persen.

"Di sini (Ciawi) baru 35 persen, di sana (Sukamahi) 50 persen. Tapi semuanya progres, semuanya progres pembebasan lahan," ujar dia.

Adapun berdasarkan data Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR per 26 Desember 2018 ini, jumlah lahan yang telah dibayar di proyek Bendungan Sukamahi sebanyak 341 bidang atau seluas 18,06 ha. Sementara lahan yang belum dibayar sebesar 304 bidang atau 28,63 ha. Sebanyak 205 atau 18,6 ha bidang tanah di proyek waduk tersebut kini dikabarkan masih dalam proses musyawarah.

Sedangkan untuk di Bendungan Ciawi, luas bidang bendungan yang telah dibayar yakni 239 bidang atau 24,03 ha. Sementara bidang yang belum terbayarkan sebesar 701 bidang atau 52,57 ha, dengan yang masih dalam proses musyawarah yakni 131 bidang atau 14,36 ha.

Namun begitu, sebanyak 85 bidang seluas 6,99 di waduk tersebut kini tengah menunggu tahapan pembayaran, dan ditargetkan rampung pada pekan ketiga Januari 2019.

Terkait target pembangunan fisik, Hari Suprayogi berharap, kedua bendungan itu bisa rampung pada akhir tahun depan. "Diharapkan 2019 akhir bisa selesai. Kita rencanakan Desember 2019 selesai," ujar dia.

 

 

2 of 2

Jokowi Harap Pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawai Selesai 2019

(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)
Presiden Jokowi tinjau Bendungan Sukamahi (Foto:Liputan6.com/Maulandy R)

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meninjau dua proyek bendungan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yakni Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi.

Adapun Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR membangun kedua proyek bendungan ini dengan tujuan untuk mereduksi kiriman air penyebab banjir ke Jakarta hingga sekitar 11 persen. 

Saat tiba di lokasi, Rabu pagi 26 Desember 2018, guyuran hujan dan kabut lebat tampak menyambut langkah Jokowi beserta rombongan. Berbekal payung biru, ia terus berjalan mengelilingi kedua waduk.

Dia mengatakan, Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi merupakan langkah antisipasi banjir Jakarta yang dikerjakan di hulu. Untuk di hilir, lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI juga tengah membuat sumur resapan.

"Dua-duanya harus berjalan. Di hulu seperti pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi, yang di hilirnya banyak seperti Ciliwung, sodetan Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, terus sekarang yang dikerjakan Pak Gubernur (Anies Baswedan) membuat sumur resapan, drainase dibersihkan. Kalau itu semua dikerjakan, Insya Allah mengurangi banyak," ucap dia.

Menurut laporan yang diterimanya, Jokowi menyatakan, pembebasan lahan untuk proyek waduk kini terus berjalan, dan ditargetkan selesai Januari 2019. "Saya kira progresnya baik," sambungnya. 

"Enggak ada masalah, enggak ada keluhan, enggak ada informasi kesulitan di lapangan. Tadi disampaikan Pak Dirjen (Hari Suprayogi), tinggal pembayaran," sambungnya.

Mengutip laporan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, progres pembebasan lahan di Bendungan Sukamahi mencapai 50 persen, sementara di Bendungan Ciawi baru 35 persen.

Jokowi pun optimis, kedua bendungan ini bisa selesai dikerjakan pada tahun depan. "Rampung 2019," tutur dia.

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by