Tuai Banyak Sensasi, Miliarder Ini Tetap Makin Tajir di 2018

Oleh Tommy Kurnia pada 25 Des 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 27 Des 2018, 10:14 WIB
Elon Musk

Liputan6.com, Jakarta - CEO Tesla dan Space X, Elon Musk, melalui tahun 2018 dengan berbagai kejutan, kontroversi, dan sensasi. Menjelang akhir tahun, justru kontroversi dan sensasinya sedikit lebih banyak ditebar miliarder ini.

Kejutan yang diberikan Elon Musk adalah penerbangan mobil Tesla menuju Mars memakai roket Falcon Heavy dari SpaceX. Aksi itu menarik perhatian seluruh dunia, bahkan Presiden Donald Trump turut memberikan apresiasinya.

Namun, miliarder yang hobi main Twitter ini sempat menuai sensasi karena merokok ganja ketika diwawancara radio. Yang paling serius terjadi Oktober lalu ketika ia mencuit akan menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup dan dananya pun sudah siap.

Akibatnya, sang miliarder dicecar oleh otoritas bursa AS dan terpaksa membayar denda sebesar USD 20 juta atau Rp 291 miliar (USD 1 = Rp 14.552) atas tuduhan menyesatkan investor. Ia pun harus kehilangan jabatan sebagai pemimpin jajaran direksi di Tesla dan digantikan Robyn Denholm, meski Musk tetap menjabat sebagai CEO.

Untungnya, beragam isu tidak mengalihkan perhatian Elon dari perusahaannya. Terbukti saham Tesla dan Space X sama-sama naik tahun ini. Produksi obil Tesla Model 3 yang lebih terjangkau juga berhasil on the track.

Berdasarkan data Forbes, Kekayaan Elon Musk bertambah USD 2,8 miliar atau setara Rp 40,7 triliun. Ia berada di peringkat 10 di daftar miliarder paling untuk di 2018.

Yang tak kalah menarik, tahun ini sang miliarder membeberkan kecintaannya pada anime berkat film Kimi No Nawa (atau Your Name) besutan Makoto Shinkai. Dalam perbincangannya dengan seorang penggemar, "Elon-chan" bahkan mengutarakan minatnya membangun robot mecha.

Saat ini, kekayaan Elon mencapai USD 22,5 miliar (Rp 32,7 triliun). Ia adalah orang terkaya nomor 35 di dunia.

 

2 of 2

Tamasya ke Bulan

Yusaku Maezawa dan Elon Musk
Yusaku Maezawa dan Elon Musk. Dok: akun twitter resmi Yusaku Maezawa

Tahun ini pula, Elon Musk akhirnya mengungkap siapa manusia pertama yang akan dikirimnya ke bulan menggunakan Big Falcon Rocket (BFR). Tak main-main, Musk memilih miliarder Jepang Yusaku Maezawa untuk terbang menjadi penumpang pertama SpaceX.

Sebagaimana dikutip The Verge, Maezawa merupakan miliarder pendiri Zozotown, retailer online pakaian terkemuka di Jepang.

Maezawa akan terbang mengelilingi bulan setidaknya pada 2023. Uniknya dia ingin membawa serta sejumlah seniman untuk mengubah seluruh perjalanan menjadi proyek seni bernama #dearmoon.

"Akhirnya, aku bisa mengumumkan kepada kalian bahwa aku terpilih untuk terbang ke bulan! Aku pergi ke bulan bersama seniman!" kata Maezawa memberikan pengumuman.

Maezawa yang berusia 42 tahun itu memiliki angka kekayaan berjumlah USD 2,9 juta atau setara Rp 43,2 triliun. Selain pebisnis, Maezawa juga seorang kolektor seni dan dia menghabiskan USD 110,5 juta untuk sebuah lukisan tahun 1982 karya Jean-Michel Basquiat.

Karena kegemarannya pada seni, Maezawa juga mengundang delapan seniman untuk ikut dalam perjalanan ke Bulan. Dia menyebut, telah mem-booking semua kursi di roket BFR dan akan mencari orang lain untuk bergabung dengannya dalam misi satu minggu keliling bulan bersama SpaceX.

"Saya ingin mengundang 6 hingga 8 seniman dari seluruh dunia untuk bergabung dalam perjalanan ke bulan. Para seniman akan diminta untuk membuat sebuah karya seni sekembalinya mereka ke Bumi," tuturnya.

Maezawa sendiri belum menentukan siapa saja seniman yang akan diajaknya berwisata luar angkasa. Namun dia menyebut, para seniman ini bisa mewakili berbagai bidang seni seperti pelukis, musisi, sutradara, dan lainnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by