Atasi Tsunami di Pandeglang dan Lampung, Kementerian PUPR Kerahkan Alat Berat

Oleh Fitriana Monica Sari pada 23 Des 2018, 20:53 WIB
Diperbarui 23 Des 2018, 21:15 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan pengiriman bantuan pascabencana tsunami di pantai Pandeglang dapat dilakukan melalui jalan darat.

“Jalan dalam kondisi baik karena (penyebab bencana) bukan gempa, namun longsor dari Anak Gunung Krakatau sehingga air naik. Pembersihan terus dilakukan oleh Kementerian PUPR, peralatan disiagakan apabila terdapat jalan dan jembatan yang rusak,” kata Wapres Jusuf Kalla pada jumpa pers di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Minggu (23/12/2018).

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sejumlah alat berat sudah dikerahkan dan sebagian sudah bekerja membuka dan membersihkan jalan.

Menurutnya, pekerjaan di lapangan terus dilakukan dan akan dihentikan bilamana ada peringatan peningkatan risiko terjadinya air pasang.

Saat ini, Menteri Basuki menuju Posko Gabungan Penanggulangan Bencana di Labuhan, Pandeglang untuk meninjau langsung dan mengkordinasikan penanganan tanggap darurat.

 

2 of 2

Sejumlah alat berat dikerahkan

Status Gunung Agung Awas, KemenPUPR Siagakan Alat Berat
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan mendirikan Pos Siaga Bencana dan siagakan alat berat.

Sejumlah alat berat dikerahkan dari Balai Jalan dan Balai Wilayah Sungai Kementerian PUPR serta BUMN Karya dan kontraktor. Alat berat sementara dikonsentrasikan untuk penanganan di Pantai Caritan dan Labuhan.

Jumlah alat berat yang dikerahkan sebanyak 7 ekskavator, 12 dump truk, dan 2 loader. Mobilisasi alat berat terus dilakukan dimana akan ada tambahan sebanyak 1 unit ekskavator, 1 dozer, 1 loader, 1 grader, 2 tronton dan 4 dump truk.

Untuk peralatan air bersih dan sanitasi, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga telah mengirimkan sejumlah peralatan baik ke Lampung dan Banten.

Peralatan berupa sebanyak 6 Mobil Tangki Air (MTA) lengkap dengan penyemprot lumpur, 2 mobil toilet, 2 mobil sedot tinja, 20 Hidran Umum.

Penempatan di Banten sebanyak 4 MTA, 2 mobil toilet, 1 tinja, sedangkan Lampung sebanyak 2 MTA dan 1 mobil tinja. Penambahan akan dilakukan untuk mengantisipasi meningkatkan kebutuhan para pengungsi.

Jumlah korban dan kerusakan akibat terjangan tsunami dapat direduksi dengan adanya bangunan pengaman pantai atau _breakwater_ seperti di Pantai Jongor dan Kemuning di Pandeglang, Banten dan Pantai Kalianda dan Rajabasa di Lampung Selatan. Salah satu lokasi terdampak di Lampung Selatan adalah Desa Way Muli yang berada di sepanjang Pantai Rajabasa.

Turut mendampingi Jusuf Kalla dan Menteri Basuki, yakni Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahtjanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Direktur Preservasi Jalan Atyanto Busono, Direktur Sungai dan Pantai Jarot Widyoko, Direktur Pengembangan Sistem Air Minum Agus Ahyar, Kepala Balai Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurian Tris Raditian, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) VI Hari Suko, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja

Lanjutkan Membaca ↓