Masuk Tahun Politik, Simak Saham-Saham yang Layak Koleksi

Oleh Bawono Yadika pada 23 Des 2018, 10:00 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Tahun depan, Indonesia akan mengadakan pemilihan Wakil Rakyat, Presiden dan Wakil Presiden. Tahun dimana akan digelar pesta demokrasi tersebut biasa disebut dengan tahun politik. 

Menilik ke pasar modal, saham-saham apa yang menarik untuk dikoleksi pada tahun politik?

Managing Director Jagartha Advisors, FX Iwan menyarankan beberapa saham yang laik dikoleksi di 2019. Adapun ia optimistis IHSG berpeluang tembus di level 6.850 pada tahun politik tersebut.

"Beberapa katalis positif yang dapat menopang pertumbuhan IHSG di 2019 antara lain berkurangnya risiko makro ekonomi. Hal itu didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang berasal dari domestik dan juga posisi kepemilikan asing yang berada pada level terendah dengan kondisi valuasi yang semakin atraktif," ucapnya kepada Liputan6.com, Minggu (23/12/2018).

Beberapa saham pilihan yang atraktif secara valuasi dan juga memiliki momentum perbaikan earnings growth dapat dijadikan alasan untuk dibeli pada 2019.

Saham-saham itu seperti Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Bank Danamon Tbk (BDMN) danPT Mayora Indah Tbk (MYOR).

"Kemudian juga saham PT Indosat Tbk (ISAT), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), serta PT Ciputra Development Tbk (CTRA)," ujarnya.

 

2 of 3

Saham Barang Konsumsi

IHSG
Pekerja melintas di bawah layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengungkapkan, saham industri barang konsumsi (consumer goods) serta saham-saham media dianjurkan untuk dikoleksi pada tahun politik di 2019.

"Consumer goods masih merupakan saham pilihan. Itu diikuti oleh saham saham media, karena merupakan alat penyalur kampanye pemilu pada tahun depan. Infrastruktur dan perbankan boleh menjadi pilihan selanjutnya," kata Nico kepada Liputan6.com.

Nico pun yakin industri pasar modal pada tahun depan akan bergairah. Ia memprediksi IHSG bakal mencapai di level support dan resistance 6.400-6.500.

"Indeks tahun depan masih memiliki kans untuk mengalami penguatan di tengah-tengah tahun pemilu. Target kami IHSG tahun depan akan berada di kisaran 6.400-6.500 itu merupakan dan menjadi target yang baik bagi IHSG itu sendiri," tandasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓