Menhub: Kehadiran Tol Trans Jawa Tak Kurangi Pengguna Kereta Api

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 21 Des 2018, 20:10 WIB
Diperbarui 21 Des 2018, 21:16 WIB
Kementerian PUPR berupaya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa dari Merak - Banyuwangi sepanjang 1.150 Km pada akhir tahun 2019. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berpendapat, kehadiran Jalan Tol Trans Jawa yang sudah tersambung dari Merak hingga Grati, Pasuruan, sepanjang 934 kilometer (km) tak akan surutkan jumlah pengguna kereta api antar kota di Pulau Jawa.

"Menurut saya enggak. Penumpang punya fanatisme sendiri-sendiri, jadi enggak turun. Bahkan di Cirebon kemarin penuh pas saya cek, susah dapat tiketnya," ungkap dia di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo pada Kamis 20 Desember 2018 kemarin baru saja meresmikan sebanyak tujuh ruas tol terbaru di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara untuk ruas tol sisa yakni Pasuruan-Banyuwangi sepanjang 217 Km ditargetkan beroperasi pada 2021.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan, kehadiran Tol Trans Jawa ini bakal berguna untuk mendistribusikan logistik ke berbagai wilayah di pelosok Jawa yang selama ini kerap terkendala jarak dan waktu tempuh.

"Tol ini kita arahkan untuk logistik. Logistik bermasalah lantaran jarak dan waktu tempuh. Tapi kalau sudah jalan beroperasi (Tol Trans Jawa), akan bagus sekali," sambungnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan, pertumbuhan kawasan industri dan ekonomi baru juga bakal terangkat berkat adanya jalan Tol Trans Jawa yang rencana tersambung sejauh 1.150 km ini.

"Adanya tol diharapkan, industri dan kegiatan ekonomi bisa terdistribusi ke pelosok di sekitar tol. Jadi tidak hanya di kota-kota besar saja seperti Jakarta, Semarang, Surabaya," pungkas Budi.

2 of 2

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓