6.092 Bus Tak Lulus Ramp Check untuk Angkutan Libur Akhir Tahun

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 18 Des 2018, 19:14 WIB
Seminggu Jelang Lebaran, Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan ramp check terhadap 27.332 bus hingga hari ini. Pengujian sebagai upaya otoritas untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2019.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan belum seluruh bus dari jumlah tersebut menjalani ramp check. Adapun total bus yang harus melalui ramp check sebanyak 49 ribu unit, yang terdiri dari bus umum hingga bus pariwisata.

"Jadi itu masih 65 persen, kita masih ada waktu hingga tanggal 20," kata Budi di kantornya, Selasa (18/12/2018).

Sementara dari 27.332 bus yang menjalani ramp check, sebanyak 6.092 unit dinyatakan tidak lolos. Ini karena berbagai masalah mulai yang berskala minor hingga harus menjalani perbaikan besar.

"Yang tidak lulus kita kembalikan dan saya minta diperbaiki. Begitu diperbaiki akan dilakakan ramp cek lagi," tegas Budi.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan bersama dengan Korlantas Polri dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempersiapkan berbagai hal dalam menjaga kelancaran arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Ada yang berbeda dengan arus mudik libur akhir tahun kali ini, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, para pemudik bakal dimanjakan dengan jalan tol Trans Jawa yang diperkirakan mulai bisa dioperasikan akhir tahun ini.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, seiring beroperasinya jalan tol Trans Jawa ini, maka potensi para pemudik untuk menggunakan kendaraan pribadi cukup tinggi.

"Oleh karena itu kita akan lakukan beberapa pola operasi seperti pembatasan truk, penggiliran flow krle arah timur dan lain sebagainya. Selain itu para pemudik juga harus pastikan kondisi kendaraan seperti rem dan segalanya," himbau Budi Karya, Senin (10/12/2018).

Dia juga meminta kepada para pemudik untuk mengantisipasi puncak-puncak arus mudik pada libur akhir tahun kali ini.

Untuk libur Natal, diperkirakan puncak arus mudik akan jatuh pada 23 Desember 2018. "Kalau untuk tahun baru pada 28 Desember 2018. Jadi ini perlu kita antisipasi," tegas dia.

2 of 2

85 Ribu Kendaraan Bakal Lewati Gerbang Tol Cikarang Utama Saat Libur Akhir Tahun

Tol Cikampek Macet Parah di Puncak Arus Mudik
Antrean kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kepadatan kendaraan pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) diperkirakan terjadi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan, situasi tersebut akan terjadi saat puncak arus mudik dan balik Nataru, yakni pada 22-25-28 Desember 2018, serta 1 Januari 2019.

"Puncak arus mudik Natal melalui GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada H-3 Natal, 22-Desember 2018, yaitu sebanyak 85 ribu kendaraan. Jumlah itu naik 33 persen dari lalu lintas normal yang 63.968 kendaraan, dan naik 1,01 persen dari puncak mudik Natal 2017," ungkap Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Subakti melanjutkan, puncak arus mudik Tahun Baru 2019 di GT Cikarut akan terjadi pada H-4, yakni 28 Desember 2018. Menurut dia, akan ada sebanyak 88 ribu kendaraan yang memadati pintu tol tersebut.

"Jumlah itu naik dari lalu lintas normal yang sebanyak 69.373 unit kendaraan. Dan juga naik 1,02 persen dari puncak mudik Tahun Baru 2018," sambungnya.

Sedangkan pada saat arus balik Natal 2018, ia menyatakan, puncaknya akan terjadi pada saat hari H yakni 25 Desember 2018. Bakal ada sebanyak 92 ribu unit kendaraan yang melintas di GT Cikarang Utama pada waktu tersebut.

Dibanding lalu lintas pada hari normal, penumpukan itu melonjak sampai 62,7 persen, serta juga meningkat 0,71 persen dari momen puncak arus balik Natal 2017.

Kepadatan dari lalu lintas hari normal juga diperkirakan terjadi saat puncak arus balik Tahun Baru 2019. Sebanyak 95 ribu unit kendaraan akan lalu lalang di GT Cikarang Utama pada 1 Januari 2019, atau meningkat 68 persen dari volume normal 56.562 unit kendaraan.

"Tapi jumlah itu turun 1,14 persen dari puncak arus balik Tahun Baru 2018,"  ujar Subakti.

Menanggulangi risiko kepadatan lalu lintas itu, Jasa Marga akan menambah gardu operasi di GT Cikarut selama libur Nataru. "Kita akan tambah Cikarang Utama 20 gardu masuk, 31 gardu keluar, dan mobile reader 6 unit di gardu masuk," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by