Enam Proyek Hulu Beroperasi Tambah Produksi Migas di 2018

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 14 Des 2018, 20:11 WIB
Diperbarui 14 Des 2018, 20:11 WIB
lustrasi tambang migas

Liputan6.com, Jakarta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat enam Proyek Hulu Migas (PHM) beroperasi pada 2018. Dengan beroperasinya 6 proyek ini, kapasitas produksi minyak bertambah sebanyak 15,5 ribu barel per hari dan gas 105 juta standar kaki kubik per hari (Million Stadard Cubic Feet per Day / MMSCFD).

Kepala divisi program dan komunikasi SKK Migas, Wisnu P Taher mengatakan, enam proyek dengan nilai investasi lebih dari USD 300 juta ini tersebar di Sumatera tiga proyek, di Jawa dua proyek dan satu proyek di Kalimantan.

"Sedangkan berdasarkan operator empat proyek dimiliki oleh Pertamina dan dua oleh Medco," kata Wisnu, di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Adapun enam proyek tersebut adalah:

Sumatera

1. Gas : Optimasi LP Flare SKG Musi Timur PT Pertamina EP, investasi EPC sebesar USD 11,3 juta kapasitas fasprod sebesar 15 mmscfpd dengan estimasi produksi puncak sebesar 15 MMSCFD sudah onstream pada maret 2018

2. Minyak dan Gas : Block A Field Development PT. Medco Blok A, investasi EPC sebesar 253,7 juta USD kapasitas fasprod sebesar 3100 bph dan 55 mmscfpd dengan estimasi produksi puncak sebesar 3100 bopd dan 55 MMSCFD full scale gas di November 2018

3. Minyak : Optimasi Fasprod Lapangan Lica PT. Medco EP Indonesia, investasi EPC sebesar USD 8.5 juta kapasitas fasprod sebesar 4000 bph dengan estimasi produksi puncak sebesar 3700 bph dengan estimasi onstream pada Desember 2018, saat ini status pekerjaan mencapai 94 persen.

 

2 dari 2 halaman

Proyek Lain

Ilustrasi tambang migas
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Jawa

1. Gas : Lapangan SP PT. PHE ONWJ, investasi EPC sebesar USD 50,7 juta kapasitas fasprod sebesar 30 MMSCFD dengan estimasi produksi puncak sebesar 30 mmscfpd sudah onstream pada Oktober 2018

2. Minyak : Pembangunan Subsea Pipeline Lapangan Poleng PT. Pertamina EP, investasi EPC sebesar USD 16,1 juta kapasitas fasprod sebesar 700 bph dengan estimasi produksi puncak sebesar 700 bph sudah onstream pada 13 September 2018

Kalimantan

1. Minyak dan Gas : Gathering Station Nibung pengganti EPF Lapangan Bunyu PT. Pertamina EP, investasi EPC sebesar USD 7,2 juta kapasitas fasprod sebesar 7750 bph dan 5 MMSCFD dengan estimasi produksi puncak sebesar 7750 bph dan 5 mmscfpd sudah onstream November 2018.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait