Pemerintah Tingkatkan Penempatan Pekerja Migran Profesional di Kuwait

Oleh Septian Deny pada 14 Des 2018, 13:30 WIB
Lowongan Pekerjaan

Liputan6.com, Jakarta - Untuk mempromosikan dan meningkatkan jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor formal dan profesional di negara Kuwait, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuwait menyelenggarakan Bussiness Roadshow dan Indonesian Labour Market (ILM). ‎

Kuasa Usaha Ad Interm (KUAI) KBRI Kuwait, Gantosori Tanjung mengatakan, ILM merupakan wahana untuk mempertemukan perusahaan besar dan agensi di Kuwait dengan beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dari Indonesia.

"ILM merupakan ajang promosi kualitas dan kuantitas PMI kepada perusahaan Kuwait. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring banyak PMI profesional untuk bekerja di Kuwait serta untuk memperluas penempatan PMI di semua sektor formal, “ ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Selama ini, lanjut Gantosori, KBRI Kuwait telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah PMI di Kuwait. Salah satu upaya yang dilakukan antara lain, melakukan promosi mengenai peluang kerja di Kuwait melalui brosur, buku, bussiness meeting, hingga melakukan kegiatan promosi dari rumah ke rumah.

Acara ini adalah yang pertama kali diadakah sejak 50 tahun hubungan Indonesia dengan Kuwait, sehingga diharapkan dapat menambah dan memperluas potensi pada pasar kerja profesional di Kuwait.

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan  (Kemenaker), Soes Hindharno menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan  penempatan PMI yang sifatnya formal dan  profesional untuk bekerja di Kuwait.

“Permintaan terhadap PMI memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang dimiliki KBRI, sektor kesehatan paling tinggi permintaannya terhadap PMI, diikuti sektor hospitality, manufaktur, transportasi,konstruksi dan otomotif," kata dia.

 

 

2 of 2

Peluang Kerja di Kuwait Masih Sangat Besar

Soes mengatakan, peluang kerja di Kuwait masih sangat besar dan terbuka. Hampir 70 persen populasi di Kuwait adalah pekerja migran yang di antaranya berasal India, Mesir, Filipina, dan Srilanka. 

"Jumlah PMI profesional tercatat masih sangat sedikit, yaitu sekitar 7.000 orang dari total 2,6 juta pekerja asing di Kuwait. Oleh karena itu, Pemerintah akan lebih meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran yang sifatnya formal  sesuai jabatan profesional," ungkap dia.

Namun, tingginya kebutuhan PMI formal dan professional di Kuwait, harus didukung dengan ketersediaan PMI yang berkualitas yang memiliki kompetensi dan keterampilan kerja seusai dengan jabatan yang dibutuhkan.‎ Di sisi lain, pemerintah juga terus berkomitmen  meningkatkan aspek perlindungan dan kesejahteraan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. 

“Ke depannya bagaimana penempatan dan perlindungannya makin lebih baik, sehingga mengurangi kasus yang terjadi di negara-negara penempatan,” tandas dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓